Gunungkidul,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan monitoring kegiatan revitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah (luweng) di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, Selasa, (15/9/2026). Langkah peninjauan lapangan ini dilakukan secara langsung bersama Bupati Gunungkidul sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi risiko serta dampak banjir akibat mampetnya saluran buangan air hujan.

Dalam pemantauan di lokasi, Kepala Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengungkapkan, menemukan galian luweng yang pada tahun-tahun sebelumnya tertutup oleh lapisan tanah dan tumpukan sampah. Buntunya saluran luweng tersebut menjadi salah satu pemicu utama tidak lancarnya aliran air hujan di Padukuhan Gebluk hingga sempat merendam beberapa rumah warga pada masa lalu.
“Proyek revitalisasi di Gebluk ini merupakan kegiatan penanganan luweng kedua yang dilaksanakan oleh Dinas PU Kabupaten Gunungkidul, melanjutkan keberhasilan penanganan luweng di Bintaos yang terbukti efektif mengurangi dampak banjir.” kata Rakhmadian saat ditemui seusai peninjauan, Selain di Gebluk, Dinas PU Kabupaten Gunungkidul pada tahun ini juga menangani lima titik luweng di wilayah Tambakromo, serta mengalokasikan penanganan di wilayah Semugih, Rongkop melalui APBD Perubahan.
Atas terealisasinya revitalisasi luweng di Padukuhan Gebluk pada tahun ini, Lurah Kenteng, Citra Wijaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa sebelum proyek ini terealisasi, luapan air hujan yang tersumbat selalu menggenangi kawasan tersebut sehingga lahan pertanian warga sama sekali tidak dapat ditanami tanaman pangan.

Selain mengganggu aktivitas pertanian, genangan air hujan tersebut sebelumnya juga meluap hingga ke area padukuhan dan merendam pemukiman warga. Dengan berfungsinya kembali saluran luweng ini, pihak kelurahan dan warga berharap dapat menjadi pemulihan Lahan Pertanian, dimana pada tahun depan, lahan pertanian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani diharapkan sudah dapat kembali ditanami dengan tanaman palawija.
“Warga yang tinggal di sekitar kawasan telaga kini dapat merasa tenang dan tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir akan ancaman banjir saat hujan deras turun.” pungkas Lurah Kenteng.


