Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Penguatan penggunaan produk dalam negeri dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Hal tersebut menjadi fokus yang dikemukakan dalam Workshop Kedaulatan Ekonomi di Tengah Gejolak Global: Menanamkan Jiwa Bangga, Cinta, dan Pakai Produk Dalam Negeri dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional yang digelar di Ruang Bima Balai Kota, Rabu (24/6/2026).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, menegaskan kekuatan ekonomi daerah harus bertumpu pada pengembangan produk lokal dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, Kota Yogyakarta memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain karena keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki.

“Kita tidak punya pantai, tidak punya gunung, tidak punya lahan yang luas. Yang kita miliki adalah sumber daya manusia. Justru dari keterbatasan itu lahir kreativitas yang menjadi kekuatan utama Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Wawan menyebut industri kreatif menjadi sektor unggulan yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Berbagai potensi tersebut didukung keberadaan fasilitas dan lembaga strategis, termasuk pusat desain industri yang mampu melayani kebutuhan berbagai daerah di Indonesia.

Selain dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya, Yogyakarta juga terus memperkuat identitasnya sebagai kota festival. Berbagai agenda seni, budaya, hingga ekonomi kreatif rutin diselenggarakan untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Workshop Menanamkan Cinta dan Bangga Produk Dalam Negeri.

Menurutnya, upaya tersebut turut didukung dengan keberhasilan penanganan persoalan sampah di Kota Yogyakarta melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS). Kondisi kota yang semakin bersih menjadi modal penting dalam mendukung sektor pariwisata.

“Kita ingin wisatawan datang ke Jogja mendapatkan pengalaman yang berbeda. Karena itu kebersihan kota, kenyamanan, dan kekhasan produk lokal harus terus kita jaga,” katanya.

Caption

Wawan juga mengajak masyarakat untuk lebih percaya diri menggunakan produk dalam negeri. Ia mencontohkan dirinya yang sehari-hari menggunakan berbagai produk lokal, mulai dari pakaian hingga alas kaki.

“Kita harus mulai mengubah mindset. Produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri. Kalau bukan kita yang bangga dan menggunakan produk dalam negeri, siapa lagi,” tegasnya.

Untuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus mendorong pengembangan usaha berbasis kebutuhan pasar. Salah satunya melalui program kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha guna mendampingi UMKM agar mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Caption

Sementara itu, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bisri, mengatakan UMKM merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian bangsa.

“UMKM adalah kekuatan nasional. Dengan berkembangnya UMKM, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dan pada akhirnya menopang ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menurut Bisri, tujuan utama pembangunan nasional adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus terus berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap workshop tersebut mampu menumbuhkan semangat cinta produk dalam negeri sekaligus menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

“Melalui gerakan bangga, cinta, dan menggunakan produk dalam negeri, kita berharap UMKM semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” pungkasnya.