Jetis,REDAKSI17.COM – Senyum lega tampak dari wajah Tukiran Laksono Utomo, warga Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, setelah menerima bantuan sosial dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperbaiki rumahnya yang terbakar beberapa waktu lalu. Bantuan sebesar Rp20 juta bersumber dari APBD Kota Yogyakarta melalui Pos Belanja Bantuan Tidak Terduga (BTT) diserahkan langsung Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.

Tukiran mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan setelah musibah yang menghanguskan rumahnya. Saat kejadian, dirinya sedang berada di sebelah rumah ketika mendapat kabar dari tetangga bahwa rumahnya terbakar.

“Saya bangun subuhan, setengah enam kembali ke rumah ambil hp yang baru di charger kemudian main hp di timur rumah. Eh sekitar jam enam dikabari tetangga kalau rumah saya kebakaran. Kemungkinan dari listrik. Alhamdulillah sekarang mendapat bantuan. Saya merasa diuwongke, diperhatikan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat sehingga rumah bisa diperbaiki dan saya bisa beraktivitas lagi,” ujar Tukiran saat ditemui usai penyerahan bantuan di .rumahnya, Senin (15/6).

Sementara Tukiran tinggal di rumah tetangga sambil menunggu rumahnya diperbaiki. Sebelum musibah terjadi, ia bekerja mencari barang bekas setelah usaha berjualan minuman yang pernah dijalankannya mengalami penurunan. Ke depan, ia berharap dapat kembali membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kondisi rumah milik Tukiran Laksono Utomo menyisakan bangunan

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah.

“Hari ini kami mengunjungi warga di Kelurahan Bumijo, tepatnya di Badran, bersama-sama untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi sekitar dua minggu lalu,” katanya.

 

Wawan Harmawan saat mengunjungi rumah terdampak kebakaran

Wawan berharap bantuan sebesar Rp20 juta dapat mempercepat proses perbaikan rumah sehingga Tukiran bisa segera kembali menempati tempat tinggalnya. Ia juga mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang selama ini membantu korban dengan menyediakan tempat tinggal sementara.

“Alhamdulillah warga di Badran ini sangat baik. Selama rumah Pak Tukiran belum selesai diperbaiki, beliau bisa menumpang di rumah tetangga. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat masih sangat kuat,” ujarnya.

Wawan menambahkan, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membantu warga yang membutuhkan, baik dalam bidang perumahan, pendidikan, kesehatan, maupun persoalan sosial lainnya.

Sementara itu, Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taukhid, menjelaskan kebakaran yang menimpa rumah Tukiran terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 06.20 WIB. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik yang kemudian menimbulkan percikan api dan membakar bangunan rumah.

“Beruntung berkat bantuan masyarakat dan respons cepat yang dilakukan, api dapat segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitarnya. Padahal kondisi permukiman di kawasan tersebut cukup padat,” jelasnya.

Foto bersama

Menurut Taukhid, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan awal kebakaran.

Ia menyebut tren kejadian kebakaran di Kota Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada 2023 rata-rata terjadi delapan kejadian kebakaran per bulan, turun menjadi enam kejadian pada 2024, kemudian 5,25 kejadian pada 2025, dan hingga Mei 2026 rata-rata berada pada angka 4,75 kejadian per bulan.

“Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, mitigasi, dan konsolidasi yang dilakukan bersama masyarakat mulai memberikan hasil yang baik. Harapannya angka kejadian kebakaran terus menurun,” ujarnya.