Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menerima penyaluran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Program Gandeng Gendong Tahun 2026 senilai Rp1.182.520.000 dari Bank BPD DIY, Rabu (6/5/2026) di Ruang Yudistira Balai Kota.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan agar pemanfaatan TSLP benar-benar berpihak pada pemberdayaan UMKM, khususnya pelaku usaha menengah ke bawah. Ia menyebut porsi dukungan kepada UMKM yang mencapai sekitar 65 persen sudah baik, namun perlu diarahkan agar mampu memerdekakan UMKM.
“Pelaku UMKM saat ini banyak bergantung pada marketplace asing. Karena itu saya mendorong peran bank daerah seperti BPD DIY untuk menghadirkan ekosistem digital atau marketplace yang dimiliki dan berpihak pada masyarakat, sehingga UMKM tidak sepenuhnya bergantung pada platform luar,” terangnya.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyampaikan alokasi TSLP dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp400 juta serta perbaikan TK Among Putro Karangwaru Rp127,87 juta.
“TSLP juga digunakan untuk pengadaan kursi taman bagi lansia dan disabilitas di Kampung Ratmakan Rp7 juta, perbaikan panggung kesenian Sanggar Kethoprak Sekar Kemuning Rp15 juta, peningkatan kapasitas produksi IKM sandal di Sentra IKM Kulit Keparakan Rp5 juta, serta program link and match industri snack dan jajanan pasar dengan perhotelan Rp5,65 juta,” jelasnya.
Alokasi lainnya mencakup pembangunan taman kota Rp310 juta, perbaikan Balai RW dan Balai RK di tiga kemantren Rp98 juta, peningkatan sarana prasarana Pasar Terban Rp70 juta, penanganan stunting Rp44 juta, serta pembangunan sarana prasarana kewilayahan Rp100 juta.

Sementara itu, Direktur Umum Bank BPD DIY, Hudan Mulyawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program CSR Gandeng Gendong. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup, penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur inklusif, serta revitalisasi lingkungan.
“Kami berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
TSLP bukan hanya sebagai bantuan tapi juga penguatan komitmen bersama antar pemangku kepentingan. Sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan dunia usaha yang diharapkan mampu mendorong keberhasilan pembangunan inklusif dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta.