MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan secara resmi melaunching inovasi Sistem Informasi Hibah Terintegrasi (SIHATI) Mantrijeron, Selasa (5/5) yang berlangsung di Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat keterbukaan informasi publik secara transparan dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Wawan Harmawan mengapresiasi lahirnya inovasi SIHATI yang memungkinkan masyarakat mengakses seluruh proses hibah secara terbuka, mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi. Ia menilai, sistem ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transparansi pemerintahan di tingkat kewilayahan.
“Melalui SIHATI ini, masyarakat bisa mengetahui proses perencanaan, penggunaan anggaran hingga pelaksanaan dan evaluasi. Ini menjadi bentuk transparansi yang patut diapresiasi dan diharapkan bisa menjadi prototipe bagi kemantren lainnya,” jelas Wawan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat memberikan sambutan.

Aplikasi SIHATI Mantrijeron dapat diakses melalui laman https://linktr.ee/sihati.mantrijeron dan terintegrasi dengan website resmi kemantren. Sistem ini menyediakan informasi lengkap terkait bantuan hibah barang kepada organisasi maupun kelompok masyarakat, mulai dari pengajuan proposal, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga monitoring dan evaluasi.
Melalui sistem ini, masyarakat juga dapat memantau tindak lanjut usulan yang diajukan dalam Musrenbang, serta mengawasi langsung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Seluruh data yang ditampilkan merupakan informasi publik yang terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja.
Wawan menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Untuk itu, Ia mengajak warga untuk memanfaatkan sistem ini sebagai sarana pengawasan sekaligus mendukung pembangunan di wilayah Kemantren Mantrijeron.
“Dengan keterbukaan ini, masyarakat bisa ikut mengawal, memberikan masukan, bahkan memastikan program berjalan sesuai perencanaan. Ini bagian dari semangat gotong royong membangun Yogyakarta,” tambahnya.

 

Aplikasi SIHATI Mantrijeron dapat diakses melalui laman https://linktr.ee/sihati.mantrijeron dan terintegrasi dengan website resmi kemantren.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama menjelaskan bahwa SIHATI dirancang sebagai sarana keterbukaan informasi publik berbasis website yang mencakup tiga wilayah, yakni Kelurahan Gedongkiwo, Suryodiningratan, dan Mantrijeron.
Menurutnya, sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi bagi ASN, memperkuat akuntabilitas instansi, serta memberikan informasi yang transparan bagi masyarakat luas. “Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengecek langsung detail hibah, mulai dari proposal, hingga berita acara serah terima,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi serta mendukung terwujudnya wilayah bebas dari korupsi (WBK).
Di sisi lain, Mantri Anom Umbulharjo yang sebelumnya menjabat sebagai Mantri Anom Kemantren Mantrijeron, Eni Purwanti mengungkapkan, SIHATI merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan hibah di wilayahnya.
Menurutnya, sistem ini menyajikan informasi secara detail hingga lokasi dan bentuk bantuan yang diberikan, seperti pembangunan infrastruktur, pengadaan barang, hingga fasilitas masyarakat lainnya. Bahkan, dokumen pelaksanaan seperti SPK, anggaran, hingga realisasi kegiatan turut ditampilkan.

“Dengan SIHATI, masyarakat tidak lagi bingung terkait hibah yang ada. Semua informasi kami sajikan secara terbuka agar bisa dipantau bersama,” ungkapnya.
Selanjutnya, Kepala Bidang Persandian dan Telekomunikasi, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Dewi Ciptaningrum berharap, inovasi SIHATI dapat direplikasi oleh kemantren lain di Kota Yogyakarta, mengingat sistem yang digunakan berbasis website dengan template serupa di seluruh perangkat daerah.
“Harapannya, inovasi ini bisa diduplikasi sehingga keterbukaan informasi publik semakin merata di seluruh wilayah Kota Yogyakarta,” ujarnya.