Beranda / Daerah / Penutupan Workshop Penguatan Desa Wisata Tinalah Hasilkan Berbagai Komitmen Pengembangan Destinasi Berkelanjutan

Penutupan Workshop Penguatan Desa Wisata Tinalah Hasilkan Berbagai Komitmen Pengembangan Destinasi Berkelanjutan

 

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Workshop Penguatan Desa Wisata Tinalah resmi ditutup pada Selasa 14 /7/2026,dengan menghasilkan sejumlah komitmen strategis dalam upaya mewujudkan pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Selama rangkaian workshop, peserta bersama para narasumber menyusun berbagai program tindak lanjut yang akan menjadi dasar pengembangan Desa Wisata Tinalah. Salah satu kegiatan utama adalah praktik pembuatan eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tinalah.

Komitmen lain yang disepakati adalah penerapan penyajian makanan dan minuman dengan konsep zero plastik, sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas wisata. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra Desa Wisata Tinalah sebagai destinasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Workshop juga menghasilkan pembentukan Tim Koordinator Kuliner yang bertugas mengoordinasikan pengembangan produk kuliner lokal, menjaga kualitas layanan, serta memperkuat identitas kuliner Desa Wisata Tinalah sebagai daya tarik wisata.

Selain itu, peserta menyusun rancangan paket wisata baru yang mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal desa, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi wisatawan. Sebagai bagian dari penguatan tata kelola destinasi, juga disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Destinasi sebagai pedoman dalam pengelolaan layanan wisata yang profesional, aman, dan berkelanjutan.

Kegiatan Workshop Penguatan Desa Wisata Tinalah secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Penutupan ditandai dengan penanaman pohon dewandaru dan duwet putih sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pengembangan desa wisata yang berwawasan keberlanjutan.

Melalui berbagai hasil workshop ini, diharapkan Desa Wisata Tinalah semakin siap menjadi destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *