Kraton,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, program tersebut menyasar dua rumah warga di Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, pada Minggu (12/7/2026).
Dua warga yang menerima bantuan bedah rumah tersebut adalah Badudaru Rengarui D. Qiahinue, warga RT 008 RW 003 Kelurahan Panembahan, serta Sumilah, warga RT 041 RW 011 Kelurahan Panembahan. Masing-masing rumah memperoleh bantuan perbaikan senilai Rp20 juta yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.
Selain memperbaiki kondisi fisik rumah yang tidak layak huni, program ini juga diiringi dengan pendekatan sosial dan kesehatan bagi penerima manfaat.
Penyerahan bantuan sekaligus peninjauan kondisi rumah dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kondisi kedua rumah yang dinilai sudah tidak layak untuk dihuni.
Ia menegaskan bahwa program bedah rumah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat bagi masyarakat.
Perhatian khusus diberikan kepada Badudaru yang diketahui merupakan penyandang disabilitas mental atau mengalami gangguan kejiwaan. Menurut Hasto, penanganan terhadap Badudaru tidak cukup hanya melalui pembangunan rumah, tetapi juga membutuhkan pendampingan secara psikologis agar kualitas hidupnya dapat meningkat.
“Permasalahan di wilayah ini ternyata sangat bervariasi. Jadi yang kita tangani bukan hanya persoalan rumah tidak layak huni, tetapi juga persoalan gangguan jiwa. Harapannya setelah rumahnya diperbaiki, yang bersangkutan juga mampu merawat dirinya sendiri sekaligus menjaga rumah yang sudah dibangun menjadi lebih layak,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengedepankan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor. Penanganan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik bangunan, namun juga menyentuh aspek kesehatan mental, pendampingan sosial, hingga pemberdayaan penerima manfaat agar dapat hidup lebih mandiri.
Sebagai bagian dari terapi psikologis, Hasto mengungkapkan akan memberikan sebuah gitar akustik kepada Badudaru. Keputusan tersebut diambil setelah mendengar informasi dari warga sekitar yang menyebut Badudaru memiliki kegemaran bernyanyi dan menyukai musik.
“Menurut cerita para tetangga, Badudaru senang bernyanyi dan menyukai musik. Karena itu saya akan membelikannya gitar akustik. Mudah-mudahan musik bisa menjadi media terapi psikologis yang membuatnya lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih bersemangat menjalani kehidupan,” katanya.
Selain itu, Hasto juga langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama Puskesmas Kraton untuk melakukan tindak lanjut berupa pendampingan kesehatan secara berkala kepada Badudaru. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan kondisi kesehatan mentalnya terus terpantau sekaligus memberikan terapi yang diperlukan.

“Kami sudah meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kraton agar terus melakukan follow up. Penanganan seperti ini harus berkelanjutan, tidak berhenti setelah rumah selesai diperbaiki,” tegasnya.
Hasto menambahkan, program bedah rumah yang dijalankan Pemerintah Kota Yogyakarta terus dikembangkan menjadi program yang lebih komprehensif. Menurutnya, persoalan kemiskinan, rumah tidak layak huni, kesehatan, hingga kondisi sosial masyarakat sering kali saling berkaitan sehingga membutuhkan penyelesaian secara terpadu.
Sementara itu, penerima bantuan bedah rumah, Sumilah, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Baznas Kota Yogyakarta. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Yogyakarta, Baznas Kota Yogyakarta, dan semua pihak yang sudah membantu kami. Selama ini kondisi rumah memang banyak yang rusak dan kalau hujan kami sering khawatir. Alhamdulillah sekarang rumah kami akan diperbaiki, sehingga nanti bisa ditempati dengan lebih nyaman dan tenang,” ujar Sumilah.
Ia berharap proses perbaikan rumah dapat berjalan lancar sehingga keluarganya segera dapat menempati rumah yang lebih layak.
Sumilah juga mendoakan agar program bedah rumah Pemerintah Kota Yogyakarta terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
“Semoga program seperti ini terus ada karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” tuturnya.


