Jakarta,REDAKSI17.COM – Potongan video yang memperlihatkan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi berbicara terkait adanya gelombang politik menuju Pemilu 2029 tengah menjadi sorotan.
Dalam pernyataannya, Budi Arie menyebut adanya potensi percepatan terkait kontestasi Pemilu 2029.
Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah forum.
“Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?” ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan “Siap!” dari audiens.
Sosok yang juga mantan Menteri Koperasi (Menkop) itu lantas mendeskripsikan kondisi masyarakat yang kini tengah masuk dalam tahap anomali.
Hal itu mengacu perbandingan menurut Budi Arie terkait kondisi sosial ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi pada tahun 1998.
“Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,” ucapnya dalam video tersebut.
Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta Projo pun buka suara atas pernyataan Budi Arie tersebut.
Juru bicara Gerindra, Sugiat Santoso menegaskan bahwa saat ini partainya lebih berfokus untuk mengawal dan menyukseskan seluruh program yang dibuat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengungkapkan belum ada pembahasan terkait Pemilu 2029.
“Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas,” kata Sugiat di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Sugiat menegaskan pihaknya belum membahas terkait langkah politik untuk kepentingan Pemilu 2029 karena yang terpenting saat ini adalah mengawal dan menyukseskan program Prabowo.
Tentang pernyataan Budi Arie, Sugiat meminta agar hal tersebut ditanyakan secara langsung kepada yang bersangkutan.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Sri Juliati





