Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Ribuan umat muslim memadati Lapangan Balai Kota Yogyakarta untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Suasana khidmat dan hangat terasa sejak pagi hari, terlebih Iduladha tahun ini bertepatan dengan momentum libur panjang yang membuat suasana kota terasa lebih ramai dan penuh kebersamaan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan turut hadir dan melaksanakan Salat Id berjamaah bersama masyarakat.

Ribuan jamaah memadati halaman Balai Kota Yogyakarta untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 H.

Pelaksanaan Salat Iduladha dimulai pukul 07.00 WIB dengan Imam Ustadz Ahmad Nabil Mubarak dan khotbah disampaikan oleh Kyai Ahmad Rafiq. Kyai Ahmad Rafiq dalam khotbahnya mengajak jamaah untuk memaknai Iduladha tidak hanya sebagai ritual keagamaan, namun juga momentum memperkuat ketakwaan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

 

Ustadz Ahmad Nabil Mubarak sebagai imam dalam Salat Iduladha berlangsung Balai Kota Yogyakarta.

“Takbir, tahlil, dan tahmid yang kita kumandangkan sejatinya adalah kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang kecil dan lemah, sehingga hidup semata-mata untuk tunduk kepada Allah SWT,” ujar Kyai Ahmad Rafiq dalam khotbahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai pondasi utama dalam membangun keluarga dan mendidik generasi penerus. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya berorientasi pada kenikmatan sesaat, melainkan juga pada nilai-nilai jangka panjang yang menjadi pegangan hidup.

Suasana Salat Id di Balai Kota Yogyakarta tahun ini terlihat lebih semarak dibanding biasanya. Sejak pagi, jamaah dari berbagai wilayah mulai berdatangan memenuhi lapangan hingga area belakang lokasi salat. Kehangatan Iduladha terasa melalui kebersamaan keluarga, warga, hingga para perantau yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berkumpul di Yogyakarta.

Usai pelaksanaan salat, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban di tengah situasi ekonomi saat ini.

“Saya bersyukur jumlah kurban tahun ini cukup besar. Untuk sapi sekitar 2.800 ekor di Kota Yogyakarta, sedangkan kambing sekitar 7.000 hingga 8.000 ekor,” ujar Hasto.

Menurutnya, tingginya jumlah hewan kurban menunjukkan besarnya semangat masyarakat untuk berbagi dan berkorban dengan ikhlas. Ia juga menyebut kapasitas Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Yogyakarta selama Iduladha mengalami peningkatan aktivitas.

“Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berkurban dan mengikhlaskan sebagian hartanya karena Allah itu luar biasa,” tambahnya.

Hasto juga mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek kebersihan dan tata kelola limbah kurban, terutama pemotongan hewan yang dilakukan di lingkungan masjid dan permukiman warga.

“Saya mohon betul agar tata cara pemotongan diperhatikan dengan baik, termasuk pengelolaan limbahnya. Jangan sampai limbah dibuang sembarangan karena jumlah hewan kurban yang dipotong tahun ini sangat banyak,” jelasnya.

Momentum Iduladha di Balai Kota Yogyakarta tahun ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, namun juga menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Yogyakarta berharap nilai-nilai keikhlasan dan solidaritas yang hadir dalam Iduladha dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Yogyakarta.