DANUREJAN,REDAKSI17.COM – Suasana haru tengah menyelimuti warga Kampung Ledok Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah bagi warga yang mengalami kesulitan memperbaiki hunian akibat keterbatasan biaya.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung meninjau lokasi bedah rumah dan menyaksikan kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Salah satu rumah yang mendapat bantuan adalah milik Bambang Dwi Anggoro dan Aan Prasetyo yang tinggal di Ledok Tukangan RT 007 RW 002, Kelurahan Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta. Rumah mereka mengalami kerusakan cukup berat, mulai dari atap yang hilang hingga beberapa bagian dinding yang roboh.

Selain itu, bantuan bedah rumah juga diberikan kepada Ispurwanti, warga RT 042 RW 009 Kampung Tegal Kemuning, Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta. Rumah yang ditempatinya bersama anak-anak roboh akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang. Bantuan bedah rumah diberikan oleh Baznas Kota Yogyakarta sebesar Rp 60 juta. Di mana masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta.
Di sela peninjauan, Hasto Wardoyo mengajak masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Rumah yang roboh ini ditempati seorang single parent bersama anaknya. Bisa dibayangkan kalau pemerintah tidak hadir dan tidak segera memperbaiki, mereka tidak bisa beraktivitas dan tidak bisa menghuni rumahnya. Karena itu program bedah rumah tanpa APBD, tanpa APBN, dengan penuh gotong royong ini sangat bermanfaat,” jelas Hasto.
Ia menegaskan, program bedah rumah yang dijalankan bersama Baznas dilakukan secara cepat dan tanpa proses berbelit agar masyarakat yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan.
“Baznas langsung gerak cepat, tidak melihat siapa dan kenapa, tapi langsung bertindak tanpa banyak syarat. Kalau semua harus ditanya sertifikat dan administrasi lainnya terus-menerus, bantuan tidak akan segera terlaksana,” katanya.

Hasto juga mengungkapkan target program bedah rumah di Kota Yogyakarta selama tahun 2026 mencapai 200 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 rumah berasal dari program Baznas dan 130 rumah dari program pemerintah kota.
“Targetnya 200 rumah. Bulan Juni nanti bertepatan ulang tahun Kota Yogyakarta, kita ingin memperbanyak lagi. Kalau bisa sebulan sampai 20 rumah yang dibedah,” tambahnya.
Sementara itu, Ispurwanti mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menceritakan rumahnya roboh secara tiba-tiba saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayahnya pada Rabu lalu.
“Alhamdulillah, senang sekali dibantu. Rumah roboh pas hujan angin kemarin. Kalau tidak hujan masih saya tempati, tapi kalau hujan saya mengungsi ke rumah adik atau kakak,” ungkapnya.
Ia berharap program bantuan bedah rumah terus berjalan sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu. “Harapannya semoga tetap berjalan terus untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah seperti kami. Mudah-mudahan rumah-rumah lain juga bisa dibantu,” ungkapnya.