MERGANGSAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Yogyakarta menggelar kerja bakti membersihkan Sungai Code di sekitar dam Tungkak Brontokusuman, Minggu (24/5/2026). Aksi gotong royong itu tidak hanya membersihkan fisik sungai, tapi juga bagian dari rekonstruksi sosial untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan lingkungan.
Dalam kerja bakti itu PD Muhammadiyah menggerakan sekitar ratusan anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan masyarakat sekitar bantaran seperti kampung tangguh bencana Sedangkan dari Pemkot Yogyakarta antara lain ada Satpol PP Kota Yogyakarta dan petugas ulu-ulu sungai Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Kegiatan itu sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dengan PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam bidang lingkungan hidup.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih kepada PD Muhammadiyah yang menggerakkan komunitas masyarakat dan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UAD untuk bersama-sama membersihkan Sungai Code. Menurutnya kerja bakti bersih sungai itu tidak sebatas membersihkan sungai tapi juga dimaknai bagian dari rekonstruksi sosial mengubah perilaku masyarakat. Terutama melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam merawat lingkungan sungai.
“Pada prinsipnya ini tidak hanya makna secara fisik sungainya bersih, tapi mengubah perilaku itu menjadi lebih penting. Karena Pemerintah Kota (Yogya) baru menggalakkan rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat yang semula ringan tangan membuang sampah ke sungai, dengan kampanye besar-besaran tentu mereka akan menjadi sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Saya kira mahasiswa menjadi agent of change yang nantinya bisa mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya,” terang Hasto ditemui di sela memantau kerja bakti bersih Sungai Code.
Hasto menegaskan Pemkot Yogyakarta sudah ada gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang melibatkan juru pilah sampah (Jumilah). Hasto meminta Jumilah dan para lurah di wilayah menggerakan masyarakat di bantaran membersihkan sungai. Bahkan Hasto mewanti-wanti lurah agar sungai bersih, dan rumput serta sampah harus dibersihkan menjadi tanggung jawab wilayah. Selain itu melalui program One Village One Sister University seperti kegiatan KKN mahasiswa UAD dalam kerja bakti bersih Sungai Code.
“Saya berharap UAD mengambil satu segmen wilayah kampung mana. Kemudian segmen wilayah sungai itu tanggung jawab UAD. Mau berkarya, mungkin bikin mural di tepi sungai, bikin taman di tepi sungai. Kalau perlu bikin pelabuhan di tepi sungai untuk destinasi, saya kira itu harapan saya untuk bersama-sama masyarakat,” paparnya.
Pihaknya menegaskan sudah melakukan susur Sungai Code pada Jumat kemarin untuk memantau kondisi sungai. Hasto berharap agar Sungai Code sebagai bisa menjadi destinasi wisata arung jeram untuk di Kota Yogyakarta. Kondisi Sungai Code yang bersih dan bagus akan mendukung hal tersebut. Wisatawan bisa diajak melewati Sungai Code di wilayah selatan Jembatan Tungkak itu yang nantinya dapat dibuat pelabuhan kecil dan destinasi kecil. Pemkot Yogyakarta juga memiliki program penataan sungai dengan konsep Mundur Munggah Madhep Kali (mundur, naik dan menghadap ke sungai).
“Ini kan sudah ada jalan (inspeksi). Harapan saya ke depan seluruh sepanjang Sungai Code ini bisa diakses kendaraan mobil. Kita sedang menggalakkan program Mundur, Munggah, Madhep Kali. Saya kira dengan cara begitu, maka rumah tidak ada yang membelakangi sungai, kotoran tidak ada yang ke sungai. Kalau ada kebakaran ada emergency yang harus dijangkau, bisa dijangkau (mobil),” terang Hasto.
Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani menyampaikan kerja bakti bersih Sungai Code adalah kolaborasi dan sinergi antara Pemkot Yogyakarta dengan PD Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Lingkungan Hidup, dalam rangka resik Sungai Code. Pihaknya berharap tidak berhenti pada kegiatan kerja bakti Sungai Code di belakang Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah. Namun ada tindak lanjut pada segmen atau daerah tertentu menjadi tanggung jawab mahasiswa UAD untuk memberikan kontribusi agar bersih dan rapi.
“Alhamdulillah diikuti oleh banyak orang, Pak Wali terjun sendiri, kemudian juga masyarakat semua membantu. Intinya bahwa kita mengingatkan kepada semua pihak bahwa sungai yang bersih itu sangat membantu untuk ekosistem yang lebih baik. Jadi kita secara langsung mendidik mahasiswa untuk bisa peduli lingkungan dan itu bagian dari KKN alternatif UAD untuk bisa membantu masyarakat di Yogyakarta,” ucap Aris.
