JAKARTA,REDAKSI17.COM — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan Training for Trainer Kebangkitan Ekonomi Keluarga Pilar Kebangkitan Nasional di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PKS dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendorong lahirnya para pelatih ekonomi yang mampu memberdayakan masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid dalam sambutannya melalui video tapping menegaskan pentingnya kolaborasi antara Bidang Ekonomi Kreatif dan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari tingkat keluarga.
Menurutnya, kondisi ekonomi global yang penuh tantangan harus dijawab dengan penguatan ekonomi berbasis keluarga dan kewirausahaan masyarakat.
“Kolaborasi antara Boemkraf dan Bipeka sangat penting di situasi ekonomi global yang tidak menentu. Program pemberdayaan ini harus diperkuat dengan menumbuhkan para trainer ekonomi di PKS yang mampu melatih praktik-praktik bisnis dan menciptakan peluang usaha di tengah kondisi sulit,” ujar Kholid.
Ia menjelaskan, PKS ingin menghadirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga kemampuan dalam mendampingi masyarakat membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan.
Muhammad Kholid juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga melalui penguatan usaha kecil dan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pendampingan yang tepat dan terarah akan membuat masyarakat lebih siap menghadapi tekanan ekonomi.
Selain penguatan kapasitas usaha, ia menyoroti pentingnya membangun jejaring dan ekosistem bisnis yang sehat antarpelaku usaha. Dengan adanya jaringan yang kuat, pelaku UMKM dapat saling mendukung dan bertahan menghadapi tantangan ekonomi.
“Melalui program ini, para pelaku usaha diharapkan mampu membangun networking dan ekosistem bisnis yang kuat agar bisa melewati masa-masa sulit bersama,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kholid juga menyinggung program PAKIS (Pasar Kita Semua) sebagai salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai teknologi harus dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat.
Di akhir sambutannya, Muhammad Kholid berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan keluarga, penguatan UMKM, dan kolaborasi antarpelaku ekonomi masyarakat.



