Beranda / Nasional Dan Internasional / Seskab Teddy Ungkap Alasan Prabowo Sering ke Luar Negeri

Seskab Teddy Ungkap Alasan Prabowo Sering ke Luar Negeri

Jakarta,REDAKSI17.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab soal frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun menjabat.

Teddy menjelaskan bahwa jadwal kunjungan Prabowo ke luar negeri ada yang telah terjadwalkan sejak satu tahun sebelumnya. Namun, kata dia, ada pula jadwal kunjungan yang dilakukan mendesak. Terlebih, saat ini perkembangan dunia sangat dinamis dan penuh ketidakpastiaan.

“Jadwal harus 1 tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” kata Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).

Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dihadapkan pada krisis dunia di awal-awal masa jabatannya. Mulai dari, konflik di Ukraina, konflik Venezuela-Amerika Serikat, hingga konflik di Timur Tengah.

Sehingga, Prabowo harus membangun hubungan diplomasi dan kedekatan personal yang baik dengan para pemimpin dunia lain. Teddy menuturkan Prabowo dapat meminta bantuan dari negara lain apabila Indonesia mengalami krisis.

“Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, dan begitu pula sebaliknya,” jelasnya.

“Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” sambung Teddy.

Teddy membantah kunjungan Prabowo hanya sekedar seremonial saja. Dia menyampaikan banyak hasil yang telah dicapai dalam kunjungan Prabowo ke berbagai negara.

“Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” tutur Teddy.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa jumlah rombongan yang ikut dalam setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri telah dipangkas lebih dari 50 persen. Total hanya 50 sampai 60 orang yang ikut dalam kunjungan Prabowo ke luar negeri.

Hal ini disampaikan Teddy menjawab kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyebut Prabowo terlalu sering ke luar negeri. Dino memandang kunjungan Prabowo yang membawa banyak tim rombongan ke luar negeri memakan biaya besar hingga ratusan miliar.

“Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya,” jelas Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).

Dia menyebut tim rombongan saat kunjungan Prabowo ke luar negeri lebih sedikit dibandingkan presiden-presiden periode sebelumnya. Teddy membandingkan jumlah tim kunjungan luar negeri saat Dinno Patti Djalal menjabat Wamenlu.

“Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Teddy juga memperlihatkan sebuah dokumen yang menunjukkan jumlah tim yang dibawa dalam kunjungan Presiden RI tahun 2014 ke Lisabon Portugal, New York dan Washington DC Amerika Serikat (AS), dan Osaka Jepang pada 18 sampai 30 April 2014.

Tampak jumlah rombongan yang berangkat dalam rangkaian kunjungan kenegaraan dan kerja ke sejumlah negara itu sebanyak 110 orang untuk tim advance. Salah satu yang ikut rombongan yakni, Dino Patti Djalal.

“Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal,” tutur Teddy.

Teddy juga meluruskan soal anggaran dan biaya perjalanan Prabowo selama kunjungan luar negeri. Menurut dia, kelebihan biaya yang telah dianggarkan negara ditanggung oleh uang pribadi Prabowo.

“Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata dia.

Teddy mengatakan bahwa pemerintah terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. Dia juga menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan Dino Patti Djalal.

“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ucap Teddy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *