Kapal tanker raksasa Iran. (Marine Traffic)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pergerakan kapal tanker minyak Iran kembali menjadi perhatian setelah kapal kedua dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan kini berada di Selat Lombok, Indonesia, dengan membawa muatan besar minyak mentah.
Lembaga pemantau TankerTrackers menyebut kapal bernama Derya tersebut melintas di jalur strategis tersebut, hanya sehari setelah kapal tanker Iran lainnya melakukan pergerakan serupa.
Derya sebelumnya diketahui sempat berupaya mengirim hampir dua juta barel minyak mentah ke India pada pertengahan April. Namun, pengiriman tersebut batal terealisasi.
Setelah itu, kapal tersebut terpantau bergerak ke arah selatan, di tengah situasi sejumlah tanker Iran lain di kawasan yang justru dipaksa kembali ke Iran oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Sebelumnya, kapal tanker pertama milik National Iranian Tanker Company (NITC) dilaporkan berhasil menembus pengawasan militer AS dan mencapai kawasan timur.
Kapal tersebut mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai hampir US$ 220 juta atau sekitar Rp3,81 triliun (asumsi kurs Rp 17.300 per dolar AS).
“Supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan timur yang cukup jauh,” demikian pernyataan TankerTrackers.
Kapal pertama dengan identifikasi Huge (9357183) sebelumnya terdeteksi berada di perairan dekat Sri Lanka sebelum akhirnya melintasi Selat Lombok menuju wilayah Kepulauan Riau.
Menariknya, kapal tersebut tidak mengaktifkan sistem pelacakan otomatis (AIS) sejak 20 Maret, saat meninggalkan jalur pelayaran dari Selat Malaka menuju Iran.
Pergerakan dua kapal tanker ini mencerminkan dinamika distribusi minyak Iran di tengah tekanan geopolitik global, sekaligus menegaskan pentingnya jalur laut Indonesia dalam rantai pasok energi dunia.




