Beranda / Daerah / Tanpa Dana APBD, Manunggal Fair 2026 Sukses Tarik Lebih dari 100 Ribu Pengunjung

Tanpa Dana APBD, Manunggal Fair 2026 Sukses Tarik Lebih dari 100 Ribu Pengunjung

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Tanpa menggunakan dana APBD, Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates sukses menarik lebih dari 100 ribu pengunjung. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo ini sepenuhnya diselenggarakan dan didanai oleh Perumda Aneka Usaha Kulon Progo melalui kerja sama dengan Pemkab Kulon Progo. Jumlah pengunjung tersebut tercatat hingga hari ketujuh pelaksanaan, melampaui target 100 ribu orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulon Progo, Bambang Sutrisno, S.Sos., M.Si., dalam jumpa pers penutupan Pameran Pembangunan Manunggal Fair 2026, Jumat (2/10/2026).

“Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulon Progo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha,” jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani pada 15 Juli 2026. Perumda Aneka Usaha bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pendanaan kegiatan. Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Kominfo berperan dalam koordinasi, pengawasan, komunikasi lintas perangkat daerah, serta penyebarluasan informasi.

Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak sehingga rangkaian kegiatan berjalan tertib dan meriah. Bambang juga mengingatkan panitia agar seluruh rangkaian berakhir dengan baik, termasuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan Alun-Alun Wates.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kulon Progo, Muhammad Nasta’in, S.E., M.M., mengatakan bahwa Manunggal Fair 2026 diselenggarakan dengan semangat kemandirian.

“Kita berdiri di kaki sendiri dengan cara berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga efisiensi agar kegiatan tetap meriah,” ujarnya.

Menurut Nasta’in, kehadiran Manunggal Fair juga diharapkan menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, pedagang, pengelola wahana, dan pelaku usaha lainnya.

Dalam rangkaian Manunggal Fair, Pemkab Kulon Progo turut menyelenggarakan Gebyar UMKM yang melibatkan 125 pelaku usaha. Kegiatan yang didukung Dana Keistimewaan ini berlangsung pada 25 September hingga 3 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati, S.H., M.M., menyebutkan bahwa 101 pelaku usaha bergerak di bidang olahan makanan dan minuman, sedangkan 24 lainnya di bidang *fashion*, *craft*, dan aksesori.

“Konsep yang kita usung adalah mengangkat potensi lokal, salah satunya sentra bambu yang kita gunakan dalam dekorasi. Selain itu, kita juga mengangkat panganan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” jelas Iffah.

Gebyar UMKM juga menjadi ruang edukasi dan pengembangan kapasitas melalui talk show pemberdayaan UMKM, live cooking, fashion show batik, edukasi keamanan transaksi digital, dan business matching. Melalui business matching, pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produknya kepada jaringan toko oleh-oleh sehingga peluang pemasaran produk Kulon Progo ke pasar yang lebih luas semakin terbuka.

Iffah berharap perguruan tinggi dapat terus mendampingi UMKM. “Harapannya, perguruan tinggi melalui lembaga pengabdian masyarakatnya dapat terus membersamai UMKM kita melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing,” ujarnya.

Pameran Pembangunan Manunggal Fair 2026 akan ditutup pada Sabtu (3/10/2026), dirangkaikan dengan jalan sehat dan peringatan HUT ke-81 TNI. Adapun rangkaian hiburan rakyat masih berlangsung hingga 7 Oktober 2026.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, Perumda Aneka Usaha, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat, Manunggal Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang pameran dan hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi Kulon Progo sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *