Sleman,REDAKSI17.COM – Di atas panggung sederhana di The Allabun Pakem, Sleman, anak-anak tampil penuh percaya diri menari, bernyanyi, membaca puisi, hingga melafalkan surat-surat pendek. Senyum bangga para orang tua mengiringi setiap penampilan mereka. Momen Wisuda dan Pentas Seni TPA Among Putra Kepatihan itu bukan sekadar penanda kelulusan, melainkan perayaan atas tumbuh kembang anak-anak yang mulai menapaki masa depan dengan bekal akhlak, budaya, dan kreativitas.
TPA Among Putra Cetak Generasi Berakhlak, Berbudaya, dan Kreatif

Sebanyak 28 anak didik bersama orang tua dan keluarga mengikuti kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan tersebut. Empat anak yang telah berusia enam tahun mengikuti prosesi wisuda sebagai simbol kesiapan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Suasana haru bercampur bangga terasa saat anak-anak mengenakan toga dan menerima plakat penghargaan. Bagi para orang tua, momen tersebut menjadi penanda perjalanan penting dalam tumbuh kembang putra-putri mereka. Sementara bagi anak-anak, panggung wisuda menjadi ruang untuk menunjukkan hasil belajar yang telah ditempuh selama dua semester terakhir.
Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara. Mulai dari tarian, pembacaan puisi, menyanyi, hingga hafalan surat-surat pendek ditampilkan dengan penuh semangat. Tepuk tangan keluarga yang hadir menjadi penyemangat sekaligus bentuk apresiasi atas keberanian dan kreativitas anak-anak.
Pengelola TPA Among Putra, Priyantinah Tri Saktiyana, mengatakan bahwa kegiatan wisuda dan pentas seni merupakan agenda rutin yang telah diselenggarakan sebanyak empat kali. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas perkembangan anak, tetapi juga memperkuat ikatan antara orang tua, anak, dan pengelola.
“Alhamdulillah, melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak. Kehadiran keluarga membuat suasana menjadi lebih ceria, meriah, dan penuh kebahagiaan bagi anak-anak,” ujar Priyantinah, Sabtu (20/6).
Menurutnya, antusiasme anak-anak terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Kesempatan tampil di atas panggung menjadi pengalaman berharga yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengembangkan kemampuan berekspresi.
“Anak-anak sangat senang karena memiliki ruang untuk berekspresi. Mereka tampil dengan penuh semangat dan percaya diri. Setelah wisuda dan pentas seni, kegiatan dilanjutkan dengan outbound hingga sore hari sehingga menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan bagi seluruh keluarga,” katanya.
Lebih jauh, Priyantinah menjelaskan bahwa TPA Among Putra memiliki sejarah panjang sebagai lembaga pengasuhan anak yang didirikan atas inisiatif Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah DIY pada tahun 1995. Setelah sempat mengalami pasang surut, sejak 2019 lembaga tersebut kembali dikembangkan secara lebih intensif untuk menjawab kebutuhan keluarga aparatur sipil negara (ASN) akan layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Dalam menjalankan programnya, TPA Among Putra juga menjalin sinergi dengan komite yang tergabung dalam Komunitas Ayah Bunda. Kolaborasi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan harapan orang tua, kebutuhan anak, serta program pendidikan dan pengasuhan yang dijalankan lembaga.
Bagi TPA Among Putra, pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengenalkan huruf dan angka. Lebih dari itu, pendidikan menjadi proses menanamkan karakter, nilai budaya, dan kreativitas yang akan menjadi fondasi anak dalam menjalani kehidupan.
“Visi kami adalah membentuk anak-anak yang berakhlak, berbudaya, dan kreatif. Kami ingin setelah lulus dari TPA, mereka memiliki bekal yang kuat, baik dari sisi akhlak, pemahaman budaya, maupun kreativitasnya. Ketika melanjutkan ke SD dan jenjang berikutnya, mereka mampu berkembang menjadi anak-anak yang inovatif dan berkarakter,” ungkapnya.
Priyantinah menambahkan, nilai-nilai budaya Jawa juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sehari-hari. Filosofi hidup yang mengajarkan unggah-ungguh, rasa hormat, gotong royong, dan kepedulian ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berbudi pekerti luhur.
“Nantinya mereka diharapkan menjadi anak-anak yang saleh, berbudaya, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dari anak-anak inilah kita berharap lahir generasi penerus yang akan mengisi Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, yang selama ini turut mendukung keberlangsungan TPA Among Putra.
“Alhamdulillah seluruh stakeholder dan OPD bersama-sama nyengkuyung TPA Among Putra. Dukungan ini membuat proses pengasuhan dan pendidikan sesuai kurikulum dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak,” katanya.
Melalui wisuda dan pentas seni ini, TPA Among Putra kembali menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pendidikan anak usia dini. Dari ruang belajar yang hangat dan penuh kasih sayang, tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, berbudaya, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Generasi inilah yang diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Humas Pemda DIY



