Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan anggaran multiyears untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan atlet di Indonesia. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan atlet di Indonesia.
Dukungan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir seusai bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Skema anggaran jangka panjang itu diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang serta kebijakan anggaran multiyears ini,” ujar Yenny Wahid di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Menurut Yenny, keberhasilan olahraga di tingkat dunia tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan perencanaan matang serta dukungan konsisten dari pemerintah.
“Bagi kami di FPTI, keberhasilan tidak lahir secara instan. Prestasi dunia hanya dapat diraih melalui pembinaan yang berkelanjutan, terencana, dan didukung penuh secara konsisten,” lanjutnya.
Yenny menilai kebijakan tersebut sangat tepat, terlebih setelah atlet panjat tebing Indonesia berhasil mencatat sejarah dengan meraih medali emas nomor lead pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Praha, Ceko. Capaian itu menjadi salah satu prestasi penting yang telah lama dinantikan.
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui pelatnas jangka panjang bukan hanya untuk satu atau dua kompetisi, tetapi menjadi investasi besar bagi masa depan olahraga Indonesia. “Ini bukan hanya investasi untuk satu atau dua kejuaraan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga Indonesia,” tegasnya.
Selama ini, Indonesia dikenal sebagai kekuatan dunia di nomor speed. Namun, keberhasilan di nomor lead menunjukkan dengan sistem pembinaan yang tepat, Indonesia mampu bersaing di seluruh nomor cabang panjat tebing.
“Emas dunia di nomor lead yang kami raih di Praha membuktikan prestasi besar bukanlah hasil kerja sesaat. Dengan pembinaan yang fokus, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh negara, Indonesia mampu menciptakan sejarah baru,” jelas Yenny.
Yenny Wahid optimistis kebijakan anggaran multiyears yang menjamin kesinambungan pelatnas akan berdampak besar pada peningkatan prestasi atlet Indonesia pada masa depan. Ia berharap sistem pembinaan yang berkelanjutan dapat melahirkan lebih banyak juara dunia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kami percaya, dengan kesinambungan pembinaan ini, akan semakin banyak prestasi dunia yang lahir dan bendera Merah Putih akan semakin sering berkibar di panggung internasional,” pungkasnya.





