Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / सिद्धयात्रा SIDDHAYĀTRĀ.

सिद्धयात्रा SIDDHAYĀTRĀ.

Kata Siddhayātrā (Bahasa Sanskerta: सिद्धयात्रा) = Perjalanan laut yang berhasil, perjalanan laut yang selamat.
Istilah Siddhayātrā (Sanskerta: सिद्धयात्रा) juga dipakai/disebutkan dalam Karya Sastra India bernama Kuvalayamālā menggunakan Bahasa Sanskerta dan Bahasa Prakrit yang disusun oleh Uddyotanasūri.
Menurut Uddyotanasūri dalam karyanya Kuvalayamālā, Siddhayātrā berarti perjalanan laut yang berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.
Istilah Siddhayātrā (Sanskerta: सिद्धयात्रा) ini juga sama dengan Sijjaujattā dalam Bahasa Prakrit, Siddhayātrā menjadi istilah khusus dalam Karya Sastra India untuk menyebut pelayaran laut yang selamat.
Istilah Siddhayātrā (Sanskerta: सिद्धयात्रा) ini juga menggambarkan upacara pemberangkatan kapal, memainkan alat musik yang dianggap baik pertanda, meniup kulit kerang suci, menyanyikan lagu – lagu doa keselamatan, para Brahmana membaca doa berkah, kapal berlayar di – iringi suara doa dan seruan “Jaya… jaya… jaya” (selamat/sukses), layar dikembangkan, tali – tali diatur, dayung mulai bekerja, nahkoda menentukan arah, kapal masuk jalur pelayaran, angin baik mulai bertiup, kapal pun berlayar menembus ombak samudera.
Siddhayātrā merupakan pelayaran laut yang direncanakan dengan upacara – upacara suci dan diharapkan selamat.
Dalam Karya Sastra India, Kuvalayamālā, perjalanan laut yang disiapkan dengan upacara – upacara suci, diberkahi para Brahmana, dan diharapkan selamat.
Dalam Prasasti Kedukan Bukit, Dapunta Hyang berlayar dari Minanga melakukan Siddhayātrā perjalanan laut yang sukses membawa kemenangan.
Di akhir Prasasti Kedukan Bukit tertulis, “Śrīvijaya jaya siddhayātrā” yang bermakna Sriwijaya berjaya, perjalanan lautnya telah selamat.
George Cœdès pada awalnya mengartikan Siddhayātrā sebagai “ramuan bertuah atau jampi – jampi mantra sakti”, akan tetapi teori ini kini sudah jarang diikuti, karena tidak sesuai makna.
Pandangan modern para ahli seperti De Casparis dan P.J. Zoetmulder kembali ke makna asli dalam Bahasa Sanskerta yang berarti perjalanan laut yang beruntung, sukses, dan selamat.
Kesimpulan bahwa makna yang selaras dengan Karya Sastra India adalah perjalanan laut yang diberkahi, berjalan lancar, dan selamat sampai tujuan.
Catatan: Istilah Siddhayātrā pada Prasasti Kedukan Bukit memiliki akar makna yang sama dengan penjelasan dalam Karya Sastra India tersebut yaitu perjalanan laut yang diberkahi yang berakhir sukses dan selamat.
Kedatangan Orang Asing: Hanya saja di Prasasti Kedukan Bukit maknanya diperluas menjadi ekspedisi militer penakhlukan dari daerah luar ke daerah yang baru saja didatangi tersebut, karena daerah yang baru saja didatangi tersebut akan didirikan sebuah negeri baru oleh pasukan pendudukan, sehingga menjadi tanda berdirinya kekuasaan Sriwijaya di daerah baru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *