
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Badan Pusat Statistik bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Ruang Serbaguna Kalurahan Playen, Senin, (13/4/2026). Dalam kegiatan ini, tiga kalurahan di Kapanewon Playen, yaitu Kalurahan Playen, Plembutan, dan Banaran, terpilih sebagai pionir dan role model bagi kelurahan lainnya di Kabupaten Gunungkidul dalam hal tata kelola data statistik.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Plt. Kepala BPS DIY, Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul, Panewu Playen, serta jajaran Lurah dan perangkat daerah terkait. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi statistik di tingkat desa.
Kriteria Pemilihan dan Keunggulan Lokal
Panewu Playen, Irma Madyastuti Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terpilihnya tiga kalurahan tersebut didasarkan pada beberapa kriteria unggul. Di antaranya adalah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat kalurahan yang masih muda dan cakap teknologi, tersedianya sarana prasarana pendukung seperti komputer yang memadai, serta keaktifan dalam mengelola informasi melalui media sosial maupun website. Selain itu, ketiga kalurahan ini dinilai paling sigap dalam melaksanakan tugas dan penyampaian laporan dibandingkan kelurahan lainnya.
“Mudah-mudahan dengan ditunjuknya tiga kalurahan ini dapat menjadi motivasi bagi kami semua untuk lebih berbenah dan menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irma.
Desa Sebagai Subjek Pembangunan
Plt. Kepala BPS Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Endang Triwahyuningsih, M.M, menjelaskan bahwa melalui program Desa Cantik, posisi desa kini digeser menjadi subjek pembangunan, bukan lagi sekadar objek. Dengan literasi statistik yang lebih baik, aparat desa diharapkan dapat mengambil kebijakan berdasarkan bukti atau data yang berkualitas (evidence-based policy),
“BPS Kabupaten Gunungkidul akan melakukan pendampingan intensif mengenai tata kelola data di desa. Tujuannya agar data yang dihasilkan bukan hanya sekadar angka, melainkan indikator yang bermakna dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.” ujar Endang.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan harus berbasis data sesuai dengan arahan Presiden. Bupati berharap keberadaan agen Desa Cantik dapat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi dan menindaklanjuti berbagai permasalahan di masyarakat secara lebih cepat dan akurat.
“Jika satu data ini bisa direalisasikan atas dukungan dari Kominfo tentu saja, maka kita akan lebih mudah dalam menindaklanjuti semua problem yang ada di masyarakat,” ungkap Bupati.
Pencanangan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai bahan pengambilan keputusan, acuan perencanaan, hingga alat evaluasi kinerja agar program pembangunan tepat sasaran.


