Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Kukuhkan Pengurus IKG Periode 2026-2031: Perkuat Sinergi Diaspora untuk Pembangunan Daerah

Bupati Gunungkidul Kukuhkan Pengurus IKG Periode 2026-2031: Perkuat Sinergi Diaspora untuk Pembangunan Daerah

Jakarta,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi mengukuhkan Badan Pengurus Harian (BPH) Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) masa bakti 2026-2031. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Lantai 5, Kantor BKN Jakarta Timur, pada Minggu, (26/4/2026).

Dalam kepengurusan baru ini, Ipda (Purn) Saimo, S.E., M.M., resmi menjabat sebagai Ketua Umum IKG, menggantikan Drs. Eddy Sukirman, M.M., yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Visi “Sapta Cita” dan Kemandirian Organisasi
Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih, Saimo, menegaskan bahwa kepemimpinannya merupakan keberlanjutan estafet untuk membawa IKG “berlari” lebih kencang.

“Sapta Cita IKG adalah tujuh program prioritas yang meliputi Pelaksanaan AD/ART secara terukur, Pembentukan unit usaha untuk kemandirian organisasi, Pembangunan sekretariat IKG di lingkungan sekolah Budi Harapan, Penguatan kekompakan dengan tingkat Kapanewon (Korkap) dan Wilayah (Korwil), Peningkatan kegiatan olahraga, pendidikan, dan sosial, Pelestarian budaya Gunungkidul dan Jawa, dan Penguatan hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah maupun pusat.” papar Saimo.

Mantan Ketua Umum, Eddy Sukirman, dalam pidato purnatugasnya mengungkapkan kebanggaannya atas pertumbuhan IKG yang kini mencapai 35.000 anggota di wilayah Jabodetabek.

Ia juga menyerahkan sejumlah aset penting kepada pengurus baru, di antaranya; Sekolah IKG senilai kurang lebih Rp17 miliar, Gamelan perunggu kualitas terbaik pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono X, Seperangkat Wayang Kulit, dan Joglo IKG yang megah di Parung, Bogor.

“Seorang pengurus adalah pelayan bagi masyarakat IKG. Dibutuhkan ketulusan, keikhlasan, dan pengorbanan untuk mengelola organisasi sebesar ini,” ujar Eddy Sukirman.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran IKG selama ini. Ia mengingatkan pesan Bung Karno bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Bupati berharap IKG menjadi jembatan yang kokoh antara potensi warga di perantauan dengan kebutuhan pembangunan di kampung halaman.

“Kekuatan Gunungkidul tidak hanya berada di wilayah administratif, tetapi terpancar dari kontribusi pemikiran Bapak/Ibu di perantauan,” tegas Bupati.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPR RI Jatmiko, Kepala Badan Penghubung Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Banhubda DIY) Nugrohoningsih, serta jajaran pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Suasana “guyub rukun, adem ayem” menyelimuti seluruh rangkaian acara, mencerminkan semangat kekeluargaan warga Gunungkidul di tanah rantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *