Beranda / Daerah / 155 Capaja AAU Pamitan, Mengabdi Berjiwa Swa Bhuwana Paksa

155 Capaja AAU Pamitan, Mengabdi Berjiwa Swa Bhuwana Paksa

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Dari Kota Perjuangan yang menempa karakter, integritas, dan semangat kebangsaan, sebanyak 155 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi Angkatan Udara (AAU) 2026 berpamitan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sebelum mengemban tugas menjaga kedaulatan udara Indonesia. Di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (9/7), suasana haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi pamitan para taruna yang dalam hitungan hari akan dilantik Presiden Republik Indonesia sebagai perwira TNI Angkatan Udara.

Mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan para Capaja telah berhasil melewati berbagai tempaan fisik, mental, dan akademik selama menempuh pendidikan di AAU. Namun, menurutnya, tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika mereka resmi mengenakan pangkat dan memikul amanah negara.

“Saudara sudah melewati latihan berat, disiplin yang ketat, serta tempaan yang menguji batas fisik dan mental. Namun tantangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah mengenakan seragam itu secara penuh,” ujar Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Sri Paduka menegaskan, kecanggihan teknologi pertahanan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan tidak akan memiliki arti tanpa karakter yang kokoh. Seorang perwira tidak hanya dituntut unggul dalam strategi dan penguasaan teknologi, tetapi juga harus memiliki kompas moral yang selalu mengarah pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut Sri Paduka, harus menjadi sumber keberanian dalam bertugas. Nilai kemanusiaan harus menjadi dasar dalam memperlakukan setiap prajurit maupun masyarakat. Persatuan Indonesia harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan golongan, sementara setiap keputusan kepemimpinan harus lahir dari kebijaksanaan yang berpihak pada kepentingan bangsa.

“Seluruh pengabdian saudara pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pesannya.

Sri Paduka juga mengingatkan ancaman yang dihadapi seorang perwira masa depan tidak selalu datang dari luar. Tantangan terbesar sering kali hadir dalam bentuk kelelahan, tekanan, dan godaan untuk mengambil jalan pintas ketika tidak ada yang mengawasi. Pada titik itulah integritas seorang pemimpin diuji.

“Semua akan diuji bukan ketika berada di depan atasan, tetapi saat tidak ada seorang pun yang melihat. Pada titik itulah integritas seorang perwira ditentukan,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Sri Paduka menyampaikan kebanggaan masyarakat DIY kepada para Capaja yang akan segera bertugas di berbagai penjuru Tanah Air. Ia berpesan agar para calon perwira senantiasa membawa semangat Swa Bhuwana Paksa sebagai jiwa pengabdian dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan udara Indonesia.

Sementara itu, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Donald Kasenda menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Pemda DIY beserta seluruh masyarakat Yogyakarta yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam proses pembentukan para taruna. Menurutnya, DIY bukan sekadar tempat menimba ilmu dan berlatih, tetapi juga telah menjadi rumah kedua yang memberikan banyak pelajaran kehidupan bagi para calon perwira.

“Atas nama keluarga besar Akademi Angkatan Udara, kami menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Daerah DIY atas dukungan, perhatian, bimbingan, dan arahan yang telah diberikan kepada para taruna selama menempuh pendidikan di Yogyakarta,” tutur Donald.

Donald melaporkan, sebanyak 155 Capaja AAU 2026 yang merupakan taruna tingkat akhir dijadwalkan mengikuti pelantikan oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada 21 Juli 2026 mendatang. Ia menyebut, selama menempuh pendidikan di DIY, para taruna tidak hanya memperoleh ilmu kemiliteran, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, pengabdian, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

“DIY bukan hanya tempat menimba ilmu dan berlatih bagi para taruna, tetapi juga telah menjadi rumah kedua. Di kota yang sarat sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan ini, mereka belajar tentang arti kedisiplinan, pengabdian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap bangsa,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Donald juga memohon doa restu agar seluruh Capaja AAU 2026 diberikan kemudahan, keselamatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai perwira TNI AU yang profesional, modern, unggul, humanis, serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia berharap sinergi yang selama ini terjalin erat antara AAU, Pemda DIY, dan masyarakat Yogyakarta dapat terus terpelihara dan semakin kuat pada masa mendatang sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi penerus bangsa.

“Kepada seluruh Capaja AAU 2026, jadikan momentum pamitan ini sebagai pengingat bahwa kalian pernah ditempa di Kota Yogyakarta, kota perjuangan yang mengajarkan kejujuran, kesederhanaan, pengabdian, dan semangat pantang menyerah. Hormati masyarakat di mana pun kalian ditugaskan dan abdikan seluruh kemampuan terbaik bagi bangsa dan negara,” pesan Donald.

Prosesi pamitan tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni perpisahan. Dari Bangsal Kepatihan, DIY kembali mengantar putra-putra terbaik bangsa menuju gerbang pengabdian. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan yang tertanam selama masa pendidikan, 155 Capaja AAU 2026 kini bersiap terbang mengawal langit Nusantara, menjaga kedaulatan negara, dan mengabdi sepenuh hati untuk Indonesia.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *