Beranda / Daerah / Hamemayu Hayuning Bawana dan Kerendahan Hati, Bekal Wakil DIY Menuju Istana Merdeka

Hamemayu Hayuning Bawana dan Kerendahan Hati, Bekal Wakil DIY Menuju Istana Merdeka

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Dua putra-putri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Raditya dari SMK Penerbangan AAG Adisutjipto dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah dari SMAN 1 Bantul, resmi terpilih sebagai Perwakilan Paskibraka Nasional Wakil DIY Tahun 2026. Berbekal falsafah Jawa “Hamemayu Hayuning Bawana” serta nilai kerendahan hati yang senantiasa dipegang selama berproses, keduanya berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional dan akan mewakili DIY pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Ahmad dan Anggita saat dihubungi secara daring pada Rabu (08/07). Setelah melalui rangkaian seleksi di tingkat provinsi, keduanya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan pembentukan Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 bersama dengan 74 putra-putri terbaik daerah dari provinsi lainnya. Selanjutnya, mereka akan menjalani seluruh rangkaian pembentukan sebelum resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026.

“Saya menerapkan prinsip untuk selalu menekan ego pribadi demi kesatuan tim. Sebagai perwakilan DIY, saya ingin mencerminkan karakter masyarakat Jogja yang santun, bermental kuat, namun tetap membumi di mana pun saya berada,” tegas Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, keberhasilannya tidak terlepas dari pola pikir yang selalu ia tanamkan selama menjalani setiap tahapan seleksi. Menurutnya, rasa lelah maupun sakit tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah ketika memiliki tujuan yang ingin dicapai.

“Semua itu saya jalani dengan doa yang tidak pernah putus, terutama doa dari orang tua. Alhamdulillah, saya bisa menjalani seluruh rangkaian tes dengan baik,” lanjut Ahmad.

Ia menambahkan bahwa optimisme, kerja keras, dan doa menjadi kunci utama dalam mewujudkan impiannya. “Saya yakin ketika kita sudah bekerja keras semaksimal mungkin dan terus berdoa, apa yang kita impikan akan tercapai. Karena apa yang sudah tertakar tidak mungkin tertukar, dan apa yang sudah menjadi takdir pasti akan hadir,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggita mengaku motivasinya menjadi anggota Paskibraka telah tumbuh sejak usianya masih belia. Keinginannya untuk lolos semakin kuat, didorong tekad membanggakan kedua orang tuanya sekaligus mengharumkan nama Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Motivasi saya bermula sejak kecil karena sering melihat megahnya upacara peringatan 17 Agustus di televisi. Sejak saat itu, saya ingin berada di posisi mereka,” jelas Anggita.

Baginya, menjadi Paskibraka Nasional merupakan sebuah kehormatan dengan tanggung jawab yang besar. “Momen ini adalah wujud nyata dari impian masa kecil saya yang dikabulkan oleh Tuhan. Di titik ini, saya menyadari bahwa saya tidak lagi membawa nama pribadi, melainkan memikul harapan dan nama baik Daerah Istimewa Yogyakarta di kancah nasional,” tuturnya.

Usai menjalani seluruh rangkaian Paskibraka, Angguta berkomitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa. Pengalaman yang diperolehnya selama menjadi Paskibraka, khususnya dalam membentuk kedisiplinan dan mental yang tangguh, diharapkan dapat menjadi bekal penting untuk meraih cita-citanya di masa depan.

“Selain itu, saya juga ingin membagikan pengalaman ini untuk memotivasi sesama generasi muda agar mereka juga tidak pernah takut untuk melangkah dan mengejar mimpi besar mereka,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *