Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Tempat Penitipan Anak (TPA) Beringharjo kembali mengharumkan nama Kota Yogyakarta dengan meraih dua penghargaan tingkat nasional atas komitmennya dalam memberikan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah anak. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kiprah TPA Beringharjo yang selama lebih dari tiga dekade mendampingi anak-anak, khususnya putra-putri para pekerja pasar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP3KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menyampaikan TPA Beringharjo berhasil meraih penghargaan sebagai TPA Terpilih Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Tahun 2026. Selain itu, TPA Beringharjo juga memperoleh Penghargaan TARA (Taman Asuh Ramah Anak) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2024.

“Alhamdulillah, TPA Beringharjo berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional, yaitu sebagai TPA Terpilih Program TAMASYA dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Tahun 2026 serta memperoleh Penghargaan TARA (Taman Asuh Ramah Anak) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2024,” ujar Retnaningtyas saat dikonfirmasi di Kantornya, (21/7).

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo pada acara Ratri Anugraha 2026 di Bale Raos, Senin (29/6).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

“Penghargaan ini juga menjadi hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola TPA, tenaga pengasuh, orang tua, pengelola pasar hingga berbagai perangkat daerah yang terus bersinergi dalam mewujudkan layanan pengasuhan yang profesional,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan TPA di Kota Yogyakarta sekaligus menginspirasi TPA lainnya agar memenuhi standar pengasuhan yang ramah anak, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta memberikan ketenangan bagi para orang tua saat menjalankan aktivitas bekerja.

Sementara itu, Koordinator TPA Beringharjo, Yustina Suyantini, menjelaskan penghargaan terbaru diraih melalui ajang cerita inspiratif area publik yang diselenggarakan Kemendukbangga. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pengasuh dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak.

“Kegiatan yang kami ikuti kemarin dari Kemendukbangga tentang cerita inspiratif dari area publik dan alhamdulillah mendapatkan juara pertama,” ujar Yustina.

Ia menjelaskan, TPA Beringharjo selama ini memberikan layanan pengasuhan bagi anak-anak berusia dua hingga lima tahun, dengan sasaran utama anak-anak pedagang Pasar Beringharjo. Namun, karena kuota belum terpenuhi, layanan juga diperluas bagi anak-anak pekerja di kawasan pasar lain serta pegawai toko di sekitar kawasan perdagangan.

“Pelayanan kami memang khusus untuk anak yang membutuhkan kasih sayang sebagai pengganti orang tua. Karena ibu-ibu mereka bekerja, kami membantu menjadi ibu kedua di TPA Beringharjo,” katanya.

Selain pengasuhan, anak-anak juga mendapatkan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengacu pada kurikulum dari Dinas Pendidikan.

“Saat ini menggunakan Kurikulum Merdeka. Anak-anak juga kami bina motorik fisik maupun motorik halusnya sebagai bekal sebelum masuk TK atau SD,” jelasnya.

TPA Beringharjo melayani sekitar 65 anak yang dibagi berdasarkan kelompok usia. Dalam pelaksanaannya, delapan tenaga pengasuh mendampingi anak-anak setiap hari, didukung tenaga administrasi dan tenaga kebersihan.

“Kalau yang usia dua sampai tiga tahun, satu kelas maksimal sepuluh anak dengan dua pendamping supaya pengasuhannya lebih optimal,” ungkapnya.

Yustina menambahkan, TPA Beringharjo menerapkan layanan penitipan penuh (full day) mengikuti jam kerja para orang tua.

“Senin sampai Kamis kami buka mulai pukul tujuh pagi sampai setengah empat sore. Untuk Jumat sampai pukul dua siang. Kalau ada orang tua yang terlambat menjemput karena masih bekerja dan sudah konfirmasi, kami tetap memberikan toleransi waktu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa TPA Beringharjo berupaya memberikan layanan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Untuk biaya sebenarnya kami tidak memungut biaya penitipan. Orang tua hanya memberikan pengganti uang kegiatan sebesar Rp7.000 setiap anak datang. Kalau anak tidak masuk, tentu tidak dikenakan biaya,” katanya.

TPA Bringharjo berdiri sejak Januari 1994 dan telah menjadi salah satu layanan pengasuhan anak yang mendukung para pekerja pasar di Kota Yogyakarta. Sebelum meraih penghargaan tingkat nasional, TPA Bringharjo juga pernah meraih Juara I PAUD Inovatif dari Dinas Pendidikan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak dan orang tua yang mempercayakan putra-putrinya di TPA Bringharjo,” tutup Yustina.