Kabupaten Bogor,REDAKSI17.COM – Direktur Utama PT BWI Indramayu sekaligus tokoh senior nelayan Jawa, Robani Hendra Permana, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat nelayan harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga hilirisasi produk perikanan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Training for Trainer (TFT) Instruktur Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan (STTN) Wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi bertema “Mencetak Duta Tani PKS untuk Kedaulatan Pangan Nasional” yang diselenggarakan oleh Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPP PKS di Kabupaten Bogor, Selasa (28/7/2026).
Robani menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Menurutnya, laut bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga sumber lapangan pekerjaan, devisa negara, dan ruang kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir.
“Namun ironisnya, masih banyak nelayan yang hidup dalam keterbatasan. Karena itu tugas kita sebagai Duta Tani, Ternak, dan Nelayan bukan sekadar melihat potensi, tetapi memastikan potensi tersebut benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Robani menguraikan sedikitnya lima tantangan utama yang dihadapi masyarakat nelayan. Tantangan tersebut meliputi persoalan ekonomi akibat pendapatan yang tidak menentu dan ketergantungan kepada tengkulak, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kerusakan lingkungan pesisir dan ekosistem laut, keterbatasan infrastruktur perikanan, hingga lemahnya tata kelola kelembagaan nelayan.
Menurutnya, sasaran pemberdayaan nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga membangun kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan melalui peningkatan pendapatan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas produksi, pengurangan angka kemiskinan, serta menjaga kelestarian laut melalui pengembangan ekonomi biru.
Robani menekankan bahwa penguatan kelompok nelayan menjadi fondasi utama. Kelompok nelayan harus berkembang menjadi organisasi yang profesional, solid, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya. Dari kelembagaan yang kuat akan lahir koperasi maupun BUMDes yang mampu mengelola usaha bersama, memperluas akses pasar, serta meningkatkan posisi tawar nelayan.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi investasi paling penting. Nelayan perlu dibekali keterampilan teknis, kemampuan berwirausaha, serta literasi digital dan keuangan agar mampu mengembangkan usaha, mengakses informasi pasar, serta mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, dana bergulir, maupun pembiayaan syariah. Menurutnya, diversifikasi usaha melalui budidaya perikanan, pengolahan hasil laut, dan pengembangan wisata pesisir akan membuat pendapatan nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan harian.
Lebih lanjut, Robani mendorong hilirisasi produk perikanan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah hasil laut. Produk perikanan yang diolah menjadi produk siap konsumsi dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia.
Di hadapan para peserta TFT STTN, Robani mengajak para instruktur untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, instruktur tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi nelayan, mendengarkan persoalan mereka, menghubungkan dengan berbagai program pemberdayaan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam setiap kelompok nelayan.
“Jika kelembagaan kuat, SDM meningkat, ekonomi berkembang, dan hilirisasi berjalan, maka kesejahteraan nelayan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dapat kita wujudkan bersama. Mari jadikan TFT STTN sebagai titik awal lahirnya Duta Tani, Ternak, dan Nelayan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat pesisir dan mengoptimalkan potensi maritim Indonesia untuk kemakmuran seluruh rakyat,” pungkasnya.


