Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai peringatan ulang tahun ke-62 Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang digelar di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).
Mewakili seluruh perangkat daerah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyampaikan doa agar Hasto Wardoyo senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan dalam mengemban amanah memimpin Kota Yogyakarta.
“Semoga Bapak selalu diberikan umur panjang, kesehatan yang melimpah, dan terus menjadi inspirasi bagi kami semua. Kami berharap Bapak selalu diberi kemudahan dalam menjalankan amanah serta dapat terus hadir membantu masyarakat Kota Yogyakarta yang membutuhkan. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk bersama-sama membangun Kota Yogyakarta,” ujar Wawan.
Sebagai bentuk perhatian Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan juga menyerahkan hadiah berupa jaket yang diharapkan dapat dikenakan Wali Kota saat menjalankan berbagai kegiatan lapangan, khususnya program bedah rumah yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Potongan pertama diberikan kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta disertai bagian sayap ingkung. Sayap tersebut dimaknai sebagai harapan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat terus “terbang tinggi” bersama dalam mengemban amanah membangun Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menerima potongan paha ayam. Simbol tersebut menjadi doa agar Sekda yang baru dilantik pada awal Juli 2026 mampu “berlari kencang” menjalankan perannya dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo mengaku terharu atas perhatian yang diberikan seluruh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurutnya, perayaan sederhana tersebut menjadi pengalaman ulang tahun yang berkesan dalam perjalanan kariernya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Selama saya berpindah-pindah institusi, mulai dari puskesmas, BKKBN hingga di Pemerintah Kota Yogyakarta, baru kali ini saya merasakan perayaan ulang tahun seperti ini. Terima kasih atas doa Bapak dan Ibu semuanya,” ungkap Hasto.
Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan. Ia mengaku terus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrasi Pemerintah Kota Yogyakarta agar dapat memberikan pelayanan yang semakin baik.
Menurut Hasto, kebahagiaan yang sesungguhnya bukan berasal dari seremoni ataupun penghargaan, melainkan ketika dirinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi saya, kebahagiaan itu ketika hidup bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena itu, meskipun badan lelah dan kegiatan padat, saya tetap senang turun langsung ke masyarakat. Saat bisa hadir, melihat sendiri persoalan, lalu membantu menyelesaikannya, di situlah saya merasa tenang,” katanya.
Ia menambahkan, rasa tenang menjadi tujuan utama dalam menjalani kehidupan dan pengabdian sebagai kepala daerah. Karena itu, selama masih memiliki tenaga dan kesempatan, dirinya akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan berbagai persoalan dapat ditangani secara langsung.
“Yang kita cari bukan sekadar kesenangan, tetapi ketenangan. Ketenangan itu hadir ketika kita bisa memberi manfaat kepada masyarakat,” tutup Hasto.



