Girimulyo,REDAKSI17.COM— Suasana ceria dan penuh energi mewarnai pelaksanaan Aksi Bergizi di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (11/8/2026). Ratusan peserta didik tingkat SMP yang merupakan gabungan dari SMP Negeri 1 Girimulyo dan MTs 4 Kulon Progo mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya mengajak mereka bergerak dan makan sehat, tetapi juga mengajak para remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan, mencegah anemia, serta membangun kebiasaan sehat sejak sekarang.
Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat. Para siswa bergerak bersama mengikuti irama dengan penuh semangat. Lapangan sekolah pun berubah menjadi ruang belajar yang menyenangkan—bukan dengan duduk diam di dalam kelas, tetapi dengan bergerak, tertawa, dan berinteraksi bersama.
Aktivitas fisik bersama menjadi salah satu bagian penting dalam Gerakan Aksi Bergizi. Dalam juknis, Aksi Bergizi memang dirancang melalui empat intervensi utama, yaitu aktivitas fisik bersama, sarapan dengan menu gizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta edukasi kesehatan dan gizi.
Belajar tentang anemia dimulai dari permainan
Usai senam, suasana kembali dibuat lebih interaktif melalui permainan “Adu Tepuk Senang vs Sedih”. Permainan sederhana tersebut menjadi jembatan untuk membawa peserta pada pembahasan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka: suasana hati, motivasi, konsentrasi, dan kesehatan tubuh remaja.
Peserta diajak memahami bahwa rasa senang dan sedih merupakan bagian dari suasana hati yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan maupun kondisi dari dalam tubuh. Dalam sesi edukasi, peserta kemudian dikenalkan secara sederhana dengan serotonin, yang berkaitan dengan pengaturan suasana hati, serta dopamin, yang berperan dalam motivasi dan sistem penghargaan.
Agar mudah diingat oleh para remaja, pesan edukasi dikemas dengan istilah yang sederhana dan dekat dengan bahasa mereka.
“Serotonin untuk suasana hati, dopamin untuk motivasi.”
Peserta juga diajak mengingat ungkapan edukatif:
“No spirit, no action, no result, no nothing.” “Cemas, depresi, gak konsen, laperan”
Pesan tersebut digunakan untuk menggambarkan bagaimana semangat dan motivasi sangat penting agar remaja mau bergerak, bertindak, dan menghasilkan sesuatu yang positif.
Dari permainan itulah edukasi kemudian diarahkan pada satu pesan penting: remaja putri perlu mencegah anemia dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sesuai anjuran.
Dalam penyampaian edukasi, kandungan zat besi (Fe) dan asam folat pada TTD diperkenalkan sebagai bagian penting dalam pemenuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Pesan tersebut dikemas dengan analogi “saklar” agar lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta.
Yang terpenting, para remaja diajak memahami bahwa TTD bukan sekadar tablet yang harus diminum, tetapi bagian dari upaya menjaga kesehatan, kebugaran, konsentrasi, dan kesiapan mereka untuk belajar serta berprestasi.
Dari lapangan, langsung dipraktikkan
Setelah sesi edukasi, peserta diajak menyatakan komitmen untuk membiasakan konsumsi TTD secara rutin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Menu gizi seimbang telah disiapkan dan dinikmati bersama oleh para peserta.
Suasana makan bersama menjadi semakin menarik ketika setelah sarapan, para remaja putri bersama-sama mengonsumsi TTD.
Momen tersebut tidak berhenti di lapangan.
Para peserta juga diajak mengabadikan dan mengunggah kegiatan minum TTD ke media sosial masing-masing. Bukan sekadar untuk dokumentasi, tetapi sebagai bentuk edukasi sebaya—mengajak remaja lain di Indonesia melihat bahwa minum TTD adalah bagian dari kebiasaan sehat yang perlu dilakukan.
Hal ini sejalan dengan juknis yang menempatkan sarapan bergizi dan konsumsi TTD sebagai bagian penting Aksi Bergizi, sekaligus mendorong pelaksanaan edukasi secara interaktif dengan melibatkan peserta didik.
Remaja sehat adalah investasi masa depan
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi edukasi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dr. RR. Susilaningsih, MPH. Mengangkat tema:
“Aksi Bergizi: Investasi Kesehatan Remaja untuk Mewujudkan Remaja Sehat, Cerdas, dan Bebas Anemia”
Pesan yang dibawa sederhana namun penting: kesehatan remaja hari ini merupakan investasi bagi kualitas generasi masa depan.
Remaja tidak cukup hanya sehat karena tidak sakit. Mereka perlu memiliki kebiasaan makan yang baik, aktif bergerak, memahami kebutuhan tubuhnya, peduli terhadap kesehatan, serta memiliki kesadaran untuk mencegah anemia.
Sesi berikutnya menghadirkan Panewu Girimulyo, R. Sukirno, yang menyampaikan materi bertema:
“Peran Lintas Sektor dalam Mewujudkan Remaja Sehat, Cerdas dan Berprestasi melalui Aksi Bergizi.”
Pesan ini memperkuat bahwa keberhasilan Aksi Bergizi tidak dapat berjalan sendiri. Sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, lintas sektor, serta para remaja sendiri memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Juknis Aksi Bergizi juga menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi lintas sektor, serta mendorong agar Aksi Bergizi dilaksanakan secara rutin di sekolah.
Ditutup dengan satu suara: “Kami siap!”
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta diajak berdiri bersama untuk membacakan Deklarasi Komitmen Aksi Bergizi.
Dengan suara lantang, para remaja menyatakan:
Kami, peserta Aksi Bergizi, berkomitmen:
Satu, membiasakan sarapan sehat dengan gizi seimbang dan menerapkan Isi Piringku.
Dua, membiasakan aktif bergerak dan beraktivitas fisik setiap hari.
Tiga, bagi remaja putri, minum Tablet Tambah Darah secara rutin sesuai anjuran.
Empat, meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan dan gizi.
Lima, saling mengingatkan dan mengajak teman untuk hidup sehat dan mencegah anemia.
Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta meneriakkan bersama:
“Kami siap menjadi remaja sehat!”
“Kami siap menjadi generasi cerdas!”
“Kami siap bebas anemia!”
“Kami siap berprestasi!”
Dan ditutup dengan seruan:
“AKSI BERGIZI!”
“SEHAT! CERDAS! BEBAS ANEMIA!”
Aksi Bergizi di Girimulyo akhirnya bukan sekadar kegiatan sehari di sekolah. Ia menjadi ruang belajar yang menggabungkan gerak, makan, edukasi, praktik, media sosial, dan komitmen dalam satu pengalaman yang dekat dengan dunia remaja.
Sebab membangun generasi sehat tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang cukup dimulai dari satu gerakan senam, satu piring sarapan bergizi, satu tablet yang diminum bersama, satu pesan yang diingat, dan satu komitmen untuk saling mengingatkan.
Dan dari Girimulyo, pesan itu digaungkan: “Remaja sehat hari ini, generasi kuat untuk masa depan.”
Juknis sendiri menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting Aksi Bergizi, dengan pelaksanaan di sekolah yang diharapkan berlangsung secara rutin setiap minggu, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial.





