Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengonsolidasikan rencana pelaksanaan pilot project penataan kabel fiber optik di Kota Yogyakarta. Konsolidasi digelar di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Wayan Toni Supriyanto mengatakan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi proyek percontohan penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Penataan tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas ruang publik, meningkatkan keselamatan, dan menjaga kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
“Kesemrawutan kabel udara telah menurunkan kualitas ruang publik, meningkatkan risiko keselamatan, dan berpotensi mengganggu status warisan budaya yang kita jaga bersama,” kata Wayan.
Menurut Wayan, pilot project ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 dan diharapkan dapat menjadi model penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan budaya lainnya di Indonesia. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah bersama operator akan memfinalisasi data teknis, desain, serta skema pembiayaan.
“Skema kerja sama dan pembiayaan perlu disusun secara adil, proporsional, dan berkelanjutan sehingga tetap mendukung keberlangsungan investasi industri telekomunikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan penataan kabel menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital sekaligus memperbaiki wajah kota. Menurutnya, target pengerjaan sekitar dua setengah bulan membutuhkan kesiapan teknis dan koordinasi seluruh pihak.
“Jangan sampai percepatan ini justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, aspek teknis dan skema kerja sama harus dibahas secara matang sejak awal,” kata Wawan.
Wawan menyebut penataan di kawasan Sumbu Filosofi membutuhkan perhatian khusus karena memiliki nilai budaya dan telah diakui UNESCO. Penataan dapat mencakup rerouting jaringan, pembersihan kabel udara, hingga pencabutan kabel yang sudah tidak diperlukan. Pemkot Yogyakarta siap memfasilitasi koordinasi lintas perangkat daerah dan operator agar pelaksanaan berjalan sesuai target.
“Kami berharap seluruh pihak menjalankan komitmen dengan sungguh-sungguh. Penataan harus memiliki rute kerja yang jelas dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono mengatakan, penataan kabel merupakan bagian dari arahan untuk menempatkan jaringan secara lebih tertata, termasuk melalui pembangunan jaringan bawah tanah. Pemkot Yogyakarta menyambut baik inisiatif Komdigi untuk menjadikan Yogyakarta sebagai lokasi proyek percontohan.
“Semangat kebersamaan ini harus benar-benar terbentuk agar proses penataan dapat berjalan baik. khususnya untuk Kawasan Sumbu Filosofi,” kata Trihastono.
Trihastono menambahkan, kepentingan teknis dan bisnis masing-masing operator perlu diperhitungkan dalam penyusunan skema kerja sama. Menurutnya, penataan infrastruktur tidak semata diarahkan pada pendapatan daerah, tapi juga untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta ekonomi digital di Yogyakarta.
“Harapannya, ketersediaan infrastruktur dan jaringan yang kuat dapat menjadi pengungkit bagi tumbuhnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” ujarnya.
Konsolidasi tersebut menjadi tahap pematangan data teknis, desain, skema pembiayaan, dan pola kerja sama sebelum pelaksanaan pilot project. Pemkot Yogyakarta dan Komdigi menargetkan penataan berjalan efektif dengan tetap menjaga estetika kota, keselamatan publik, kawasan budaya, serta keberlanjutan layanan telekomunikasi.


