UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Sebanyak 12 Duta Anak Kota Yogyakarta Tahun 2026-2027 dikukuhkan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho dalam rangkaian Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Ruang Bima, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (13/8). Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk mendorong anak-anak terus berpartisipasi, berkreasi, sekaligus menyampaikan aspirasi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan lingkungan.
Dalam sambutannya, Agus Arif mengucapkan, selamat kepada para Duta Anak yang telah mendapat amanah untuk mewakili suara anak-anak di Kota Yogyakarta.
“Menjadi Duta Anak bukan sekadar mendapatkan gelar atau memakai atribut Duta Anak, tetapi merupakan sebuah amanah. Kalian memiliki kesempatan untuk menjadi teman bagi anak-anak lainnya, menyuarakan aspirasi mereka serta menjadi contoh dalam hal-hal positif,” ujarnya.
Menurutnya, para Duta Anak diharapkan mampu menjadi jembatan antara anak-anak dengan pemerintah maupun berbagai pihak lainnya. Dengan demikian, suara dan aspirasi anak dapat benar-benar didengar, diperhatikan, serta menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan.
Agus juga menegaskan bahwa untuk menjadi anak hebat tidak harus menyandang gelar Duta Anak. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menyebut, ratusan anak yang hadir dalam peringatan HAN di Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya. Suara tersebut diharapkan dapat dicatat dan ditindaklanjuti serta menjadi salah satu sumber data bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan anak.
“Sampaikan apa yang kalian rasakan, sampaikan apa yang kalian pikirkan, sampaikan apa yang kalian harapkan untuk sekolah, lingkungan dan Kota Yogyakarta tercinta,” katanya.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho saat mengukuhkan 12 Duta Anak Kota Yogyakarta Periode 2026-2027.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan anak-anak dapat belajar dengan nyaman, bermain dengan aman, memperoleh perlindungan, mengembangkan bakat dan kreativitas, serta memiliki ruang untuk berpartisipasi.
Namun, menurut Agus, upaya mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota ramah dan layak anak tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, komunitas, anak-anak, serta TP PKK Kota Yogyakarta.
“Kepada orang tua dan para guru, teruslah menjadi tempat yang aman bagi anak. Ketika anak memiliki masalah, jangan hanya meminta mereka untuk diam. Berikan ruang kepada mereka untuk bercerita dan menyampaikan apa yang dirasakan,” tuturnya.
Agus juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk belajar dan berkarya. Namun, di sisi lain, anak-anak menghadapi berbagai tantangan seperti informasi yang tidak benar, perundungan, tekanan lingkungan, hingga persoalan di ruang digital.
“Kita berharap anak-anak Yogyakarta bersama anak-anak seluruh Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, kreatif dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Selain pengukuhan Duta Anak, rangkaian HAN 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik seperti taekwondo, tari-tarian, doorprize, hingga games.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah saat memberikan selamat kepada Duta Anak Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, mengajak semakin banyak anak bergabung dan aktif dalam Forum Anak Kota Yogyakarta (FAKTA). Menurutnya, FAKTA dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki.
Ia juga berpesan agar anak-anak tidak melupakan peran keluarga, khususnya orang tua. Anak-anak diharapkan tetap menjadi pribadi yang berbakti serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua.
“Di manapun kalian berada, di manapun kalian sedang beraktivitas, jangan lupa untuk selalu memberi kabar kepada Bapak dan Ibu di rumah,” pesannya.
Pihaknya juga mengajak orang tua menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak mengenai aktivitas dan pengalaman mereka sehari-hari. Menurutnya, komunikasi sederhana di dalam keluarga dapat membangun kedekatan sekaligus membuat anak merasa aman dan dihargai.
Selanjutnya, Ketua Umum FAKTA Kota Yogyakarta, Janitra Awlia Sadino Kayana mengatakan, momentum HAN menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menyampaikan pendapat dan berkontribusi dalam pembangunan.
Ia berharap suara anak-anak Kota Yogyakarta semakin didengar oleh pemerintah, termasuk dalam pengembangan dan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia. “Dengan adanya Hari Anak Nasional ini saya berharap suara anak-anak Kota Yogyakarta maupun suara anak-anak lainnya dapat didengar pemerintah dan membuktikan bahwa anak juga bisa berbicara,” katanya.
Janitra mencontohkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai salah satu fasilitas yang perlu terus dikenalkan dan dioptimalkan pemanfaatannya. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai layanan yang tersedia bagi anak dan keluarga.
FAKTA juga memiliki berbagai kegiatan, diantaranya Jembatan Persahabatan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta berbagai kegiatan internal untuk memperkuat hubungan antar anggotanya.  “Harapannya peringatan HAN pada tahun-tahun mendatang dapat digelar lebih besar dan meriah serta melibatkan lebih banyak anak,” ujarnya.