Danurejan,REDAKSI17.COM – Nurhayati Budi Santosa Asrori dikukuhkan sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Yogyakarta Penggantian Antarwaktu Masa Bakti 2024-2029, menggantikan Ny. Turti Kadri Renggono. Pengukuhan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).

Nurhayati dikukuhkan oleh Ketua DWP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nurwestu Aria Nugrahadi. Hal ini dilaksanakan menyusul pergantian jabatan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta pada 8 Juli 2026.  Berdasarkan ketentuan organisasi, jabatan Ketua DWP Kota Yogyakarta melekat pada istri Sekretaris Daerah. Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan DWP DIY Nomor 42 Tahun 2026 tentang Pengesahan Ketua dan Pengurus Penggantian Antarwaktu DWP Kota Yogyakarta Masa Bakti 2024-2029.

Nurhayati menyampaikan apresiasi kepada Turti Kadri Renggono atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin DWP Kota Yogyakarta.

Ia menegaskan akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, sekaligus mengembangkan kegiatan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi anggota, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, kekuatan DWP terletak pada kebersamaan seluruh pengurus dan anggota.

“Jika ada hal-hal yang perlu dikembangkan, mari kita kembangkan bersama. Jika ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Karena saya percaya bahwa kemajuan organisasi bukan hasil kerja satu orang, tetapi hasil dari kebersamaan seluruh anggotanya,” katanya.

Ke depan, DWP Kota Yogyakarta akan melanjutkan program kerja pada bidang pendidikan, ekonomi, serta sosial budaya. Sejumlah kegiatan juga disiapkan dalam rangkaian peringatan HUT DWP yang puncaknya akan berlangsung pada Desember 2026.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah DWP Mengajar, yakni kegiatan DWP yang hadir langsung di sekolah untuk memberikan edukasi nonakademik kepada peserta didik. Program tersebut sebelumnya telah diuji coba di SD Negeri Vidya Qasana pada Juli 2026 dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun siswa.

“DWP Mengajar itu DWP yang ke sekolah. Itu memang program kerja dari pusat, insyaallah akan kita laksanakan. Dan yang jelas bukan mata pelajaran yang di kelas,” jelas Nurhayati.

Dalam pelaksanaannya, materi DWP Mengajar disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa sekolah dasar, kegiatan antara lain berupa dinamika kelompok. Sementara bagi siswa SMP, materi dapat berupa motivasi, public speaking, serta kelas inspirasi.

Nurhayati menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tiga SD dan tiga SMP untuk persiapan pelaksanaan program tersebut. Rencananya, DWP Mengajar mulai dilaksanakan kembali pada September 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, berharap DWP Kota Yogyakarta di bawah kepengurusan baru dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

Menurut Budi, keberadaan DWP tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung ketahanan dan keharmonisan keluarga. Ia mendorong anggota DWP untuk terus membangun komunikasi, saling berbagi pengetahuan, serta mendukung keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Intinya ya Dharma Wanita itu selain membawa kestabilan keluarga, kunci utama kita, ketentraman keluarga, juga sedikit banyak bisa memberikan manfaat kepada sesama. Entah itu di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta pada khususnya, maupun masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Budi juga mengajak pengurus dan anggota DWP untuk membangun kerja organisasi secara terpadu. Menurutnya, berbagai program akan lebih optimal apabila dijalankan melalui koordinasi dan tujuan yang sama.

“Insyaallah kita bekerja bersama-sama, bukan bersama-sama bekerja. Kalau bekerja bersama-sama itu sinkronisasi, semua bekerja untuk mencapai satu tujuan,” tuturnya.

Ia berharap kepengurusan DWP Kota Yogyakarta yang baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan kegiatan yang semakin bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.