Satu Kampung Satu Bidan Dampingi Lansia Butuh Perawatan Jangka Panjang

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Tim Satu Kampung Satu Bidan/Nakes di 45 kelurahan Kota Yogyakarta saat ini turut serta menjalankan layanan Perawatan Jangka Panjang (PJP), terutama melalui edukasi kepada keluarga yang merawat lansia di rumah. Lansia dengan ketergantungan sedang, berat, hingga total membutuhkan pendampingan yang tepat agar kebutuhan kesehatan dan aktivitas hariannya tetap terpenuhi.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iswari Paramita, mengatakan keterlibatan tim Satu Kampung Satu Bidan/Nakes menjadi bagian dari upaya menghubungkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) Lansia dengan tindak lanjut sesuai kebutuhan kesehatan lansia.

“Dari hasil CKG Lansia, kita bisa mengetahui tingkat kemandirian lansia, mulai dari mandiri, ketergantungan ringan, sedang, berat, hingga total. Lansia dengan ketergantungan sedang, berat, dan total inilah yang perlu ditindaklanjuti melalui perawatan jangka panjang,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, Tim Satu Kampung Satu Bidan memiliki tugas berkolaborasi dengan puskesmas untuk melakukan pemantauan, deteksi dini, dan skrining kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup. Pendampingan balita, pemantauan ibu hamil berisiko tinggi, pemantauan ibu nifas, hingga edukasi perawatan lansia menjadi bagian dari tugas tersebut.

Dalam pelaksanaan PJP, setiap anggota Tim Satu Kampung Satu Bidan mendapat tanggung jawab mendampingi lima lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Pendampingan dilakukan minimal tiga kali sesuai kasus dalam satu tahun, dengan fokus pada edukasi kesehatan dan keterampilan bagi keluarga sebagai caregiver.

“Bukan berarti anggota tim yang merawat lansia setiap hari. Tugasnya memberikan edukasi kepada lansia dan keluarganya tentang apa yang bisa dilakukan caregiver keluarga untuk merawat lansia dengan benar,” ungkap Iswari.

Menurutnya, pendampingan ini menyasar lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang, tetapi keluarganya memiliki keterbatasan untuk menggunakan jasa caregiver profesional berbayar. Keluarga akan dibekali pengetahuan praktis, mulai dari menjaga kebersihan lansia, memandikan lansia yang hanya bisa berbaring (bedridden), membantu mobilitas, hingga mengenali tanda bahaya kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tim satu kampung satu bidan/nakes

Pembekalan bagi Tim Satu Kampung Satu Bidan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda-tanda geriatri, penilaian kemampuan lansia melakukan aktivitas sehari-hari, gangguan kognitif, kegawatdaruratan di rumah, serta komunikasi antarpersonal yang efektif saat mendampingi lansia dan keluarganya.

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik bersama narasumber dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Praktik menggunakan manekin untuk mempelajari teknik memandikan dan membantu mobilitas lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

“Harapannya, setelah mendapatkan teori dan praktik, mereka tidak hanya memahami materinya, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada keluarga lansia melalui edukasi yang sederhana dan bisa diterapkan sehari-hari,” kata Iswari.

Simulasi menggunakan manekin

Ia menambahkan, berdasarkan data hingga akhir September 2026, terdapat 949 lansia di Kota Yogyakarta dengan kategori ketergantungan sedang, berat, dan total. Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan 30 persen lansia yang membutuhkan PJP mendapatkan pendampingan minimal tiga kali dalam setahun, lebih tinggi dari target nasional sebesar 20 persen.

Keterlibatan Tim Satu Kampung Satu Bidan diharapkan membantu memperluas jangkauan pendampingan sekaligus mendukung pencapaian target tersebut. Setiap puskesmas juga memiliki peran dalam pelaksanaan PJP sesuai kebutuhan lansia di wilayah kerjanya.

“Dengan adanya Tim Satu Kampung Satu Bidan yang memiliki keterampilan perawatan jangka panjang, kami berharap masyarakat semakin mengenal layanan ini dan merasa terbantu. Ketika keluarga membutuhkan pendampingan, mereka bisa menghubungi tim untuk mendapatkan edukasi tentang cara merawat lansia,” tuturnya.