Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Aksi penyampaian aspirasi yang awalnya berlangsung tertib dan damai di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, berujung pada kericuhan di kawasan Gedung DPRD DIY pada Rabu (28/10/2026) malam.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan rasa sayangnya atas insiden tersebut. Menurut keterangannya, kericuhan dipicu oleh sekelompok massa tak dikenal yang melakukan provokasi dengan melemparkan batu dan petasan, serta merusak fasilitas publik.
Untuk mengendalikan situasi, pihak kepolisian mengerahkan personel Dalmas, mobil water cannon, serta gas air mata. Sejumlah orang dilaporkan telah diamankan, termasuk salah satu yang diduga membawa senjata tajam. Saat ini, kepolisian masih mendata identitas pihak-pihak yang diamankan serta mendata kerusakan fasilitas publik dan tempat usaha di sekitar kawasan Malioboro.
Menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya korban luka akibat tembakan senjata api, Kombes Pol Ihsan dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak menggunakan senjata api dalam melakukan pengamanan aksi.
“Sampai dengan saat ini kami tidak ada menggunakan senjata api. Sekali lagi kami tegaskan, personel yang kami terjunkan untuk melakukan pelayanan penyampaian aspirasi tidak ada yang membawa senjata api,” ujar Ihsan.
Pihak kepolisian memastikan pengamanan tetap dilakukan secara ketat di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Pelaku yang terbukti melakukan tindakan anarkis dipastikan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.







