Jakarta,REDAKSI17.COM — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepemudaan kembali menggelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Session 2 sebagai bagian dari rangkaian pembinaan calon pemimpin muda Indonesia. Kegiatan berlangsung di DKI Jakarta, Ahad (9/8/2026), dengan mengusung semangat “Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan.”
Salah satu narasumber, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, menyampaikan materi bertajuk “Tactical Governance & Public Service”. Materi tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan sekaligus pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Suhud mengingatkan para peserta bahwa dunia birokrasi memiliki tantangan dan kompleksitas yang tidak selalu ditemukan dalam pembelajaran di bangku perkuliahan.
“Anak muda harus mempersiapkan diri menghadapi kenyataan bahwa birokrasi tidak selalu seideal yang kita pelajari di kampus. Di lapangan, ada berbagai tantangan, kompleksitas, dan dinamika yang harus dihadapi dengan kesiapan mental maupun kapasitas yang memadai,” ujar Suhud.
Menurutnya, perkembangan zaman menuntut birokrasi untuk terus beradaptasi. Pemerintahan tidak cukup hanya menjalankan prosedur administratif, tetapi juga harus mampu bekerja secara efektif dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Birokrasi modern dituntut untuk bekerja dengan standar efisiensi seperti halnya sektor swasta. Birokrasi harus mampu bergerak cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Suhud juga mendorong generasi muda yang kelak terjun ke pemerintahan agar tidak sekadar menjadi bagian dari sistem birokrasi. Mereka harus mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
“Anak muda yang nantinya masuk ke dalam pemerintahan harus mampu membawa semangat perubahan. Jangan hanya memahami bagaimana birokrasi bekerja, tetapi juga harus mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan pada akhirnya tidak cukup diukur dari sejauh mana prosedur telah dijalankan. Ukuran yang lebih penting adalah dampak yang dirasakan masyarakat dari setiap kebijakan dan pelayanan publik.
“Orientasi akhirnya bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi memastikan setiap kebijakan dan pelayanan benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Suhud.
APMI Core Session 2 menjadi bagian dari upaya PKS melalui Bidang Kepemudaan untuk memperkuat kapasitas generasi muda agar memiliki wawasan kepemimpinan, kemampuan tata kelola, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


