Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menjadi salah satu responden Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Pihaknya mengajak masyarakat turut mensukseskan sensus dengan menerima petugas dan memberikan data yang benar demi mendukung pembangunan Kota Yogyakarta.

Didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno beserta jajaran, Wawan mengikuti proses pendataan yang dilakukan secara langsung. Berbagai informasi mengenai aktivitas ekonomi dan usaha didata secara rinci sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Usai mengikuti pendataan, Wawan mengaku terkesan dengan detail pertanyaan yang diajukan petugas sensus. Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi pondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Alhamdulillah pagi ini saya didatangi Pak Joko, Kepala BPS Kota Yogyakarta beserta beberapa staf untuk melakukan sensus ekonomi di rumah dinas kami. Saya sangat senang karena pendataan seperti ini sangat bermanfaat dalam rangka pembangunan Kota Yogyakarta. Pendataannya sangat konkret, sangat detail, sehingga potensi yang kita miliki bisa tergambar dengan baik,” ujarnya usai pendataan di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa (30/6).

Ia menegaskan, hasil sensus nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena menjadi dasar penyusunan berbagai program pemerintah. Oleh sebab itu, Wawan mengajak seluruh warga Kota Yogyakarta untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan serius.

“Data-data ini sangat dibutuhkan. Mari masyarakat Kota Yogyakarta mendukung sensus ekonomi ini. Hasilnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Jogja juga,” katanya.

Menurut Wawan, pendataan yang dilakukan tidak hanya mencatat jenis usaha, tetapi juga menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif. Informasi tersebut akan membantu pemerintah melihat perkembangan sektor usaha sekaligus menentukan prioritas program pemberdayaan.

“Sensus ekonomi ini lebih detail menyasar informasi mengenai usaha seseorang. Pemerintah akan lebih mudah mengetahui capaian UMKM kita berada di posisi mana. Dengan begitu, program pengembangan UMKM agar naik kelas bisa disusun lebih tepat sasaran dan menjadi skala prioritas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memperoleh gambaran terbaru mengenai struktur perekonomian di Kota Yogyakarta. Pendataan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini menjadi acuan untuk melihat perkembangan sektor-sektor ekonomi sekaligus mengidentifikasi potensi unggulan daerah.

“Dari sensus ekonomi ini kami berharap mendapatkan gambaran tentang struktur kegiatan ekonomi yang ada di Kota Yogyakarta. Kita bisa mengetahui sektor mana yang perlu mendapatkan perhatian dan sektor mana yang menjadi potensi unggulan. Karena sensus ekonomi dilakukan setiap sepuluh tahun, kami ingin melihat bagaimana perubahan struktur ekonomi Kota Yogyakarta saat ini,” ungkapnya.

Joko berharap masyarakat tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan jawaban sesuai kondisi yang sebenarnya. Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

“Jawaban dari masyarakat sangat kami harapkan agar kami memperoleh potret ekonomi yang nyata. Jangan ragu menerima petugas sensus, berikan jawaban yang benar karena seluruh data yang disampaikan dijamin aman dan kerahasiaannya,” pungkasnya.