Beranda / Daerah / Jajaki Kerja Sama Kebudayaan, Dubes Qatar Temui Sri Sultan

Jajaki Kerja Sama Kebudayaan, Dubes Qatar Temui Sri Sultan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (03/07). Pada pertemuan yang berlangsung singkat ini, Sultan bin Mubarak mengutarakan keinginan Pemerintah Qatar untuk menjalin kerja sama di bidang kebudayaan dengan DIY.

Hal ini diungkapkan Sultan bin Mubarak usai pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sultan bin Mubarak pun mengungkapkan, kesempatan bertemu Sri Sultan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan diri lebih jauh sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia yang belum lama menjabat.

“Kedatangan saya kali ini juga karena saya merupakan duta besar yang baru untuk bertugas di Indonesia. Dan kami sebelumnya telah memiliki hubungan yang sangat erat dengan DIY. Oleh karena itulah kami berdiskusi bentuk kerja sama apa yang ingin direalisasikan antara Qatar dengan DIY, khususnya dalam bidang kebudayaan,” ungkapnya.

Sultan bin Mubarak juga mengucapkan terima kasih atas sambutan Ngarsa Dalem kepada dirinya dan rombongan yang penuh penghormatan. Pembicaraan pun mengalir hingga mencakup berbagai upaya penguatan kerja sama antara Indonesia dan Qatar ke depannya.

“Nantinya akan ada banyak sekali program dan event kerja sama antara kedua negara ini. Untuk bentuknya akan seperti apa, biar nanti jadi kejutan saja untuk semuanya,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pertemuan kali ini merupakan pertemuan awal menjajaki kerja sama yang lebih lagi ke depannya. Konsep kerja sama yang ditawarkan pun belum sampai mendetail. Namun yang jelas, DIY akan ikut dilibatkan pada acara peringatan 50 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar pada akhir tahun 2026 nanti.

“Tadi beliau (Sultan bin Mubarak) sempat menyampaikan nanti di akhir tahun, ada delegasi berkesenian dari Qatar yang akan hadir di Jogja. Akan seperti apa nantinya dan bagaimana, kami juga belum tahu, tapi untuk waktunya diperkirakan antara tanggal 11-12 Desember 2026, untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Qatar,” papar Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, pertemuan ini menjadi langkah yang diambil lebih awal untuk membangun komunikasi lebih lanjut. Terkait kerja sama pengembangan museum di DIY oleh Qatar yang dulu sempat direncanakan, Sri Sultan mengatakan, rencana tersebut memang belum terlaksana dan sempat dibatalkan karena perang Gaza.

“Tadi hal ini (pengembangan museum di DIY) juga kami bicarakan. Rencananya, nanti pada acara di akhir tahun itu, juga akan hadir pimpinan museumnya. Jadi mungkin baru akan dibahas lebih lanjut,” imbuh Sri Sultan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *