
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi unggul melalui berbagai inisiatif kesehatan di lingkungan sekolah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peluncuran gerakan bertajuk Gertak Anting Gemitta Rematri yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Wonosari pada Jumat, 22 Mei 2026.
Gertak Anting Gemitta Rematri merupakan akronim dari Gerakan Serentak Antisipasi Stunting dengan Gerakan Minum Tablet Tambah Darah pada Anak Remaja Putri. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah preventif untuk memastikan kesehatan fisik para siswi terjaga sejak usia remaja.
Peluncuran program dilakukan secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto. Dalam prosesi tersebut, Supriyanto menyematkan selempang kepada dua siswi yang terpilih sebagai duta minum tablet tambah darah. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama atau MOU sebagai bentuk legalitas keberlanjutan program.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang dibacakan oleh Supriyanto, ditegaskan bahwa konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri merupakan langkah strategis. Pemerintah daerah memandang pentingnya pencegahan stunting dan anemia sejak dini guna melahirkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.
Gerakan ini direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat di berbagai jenjang sekolah di seluruh wilayah Gunungkidul. Program ini tidak hanya fokus pada pemberian suplemen medis, tetapi juga mengusung semangat kolaborasi lintas sektor. Di dalamnya terintegrasi kampanye pola hidup bersih, aktivitas fisik melalui olahraga, serta pemenuhan asupan nutrisi sehat bagi para siswa.
Supriyanto menambahkan bahwa melalui arahan ini, para siswi di Gunungkidul diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan sehat. Mengingat posisi mereka sebagai calon ibu di masa depan, kesehatan fisik remaja putri saat ini akan sangat menentukan kualitas generasi yang akan dilahirkan kelak. Dengan intervensi sejak tahap awal, ancaman stunting diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan di Bumi Handayani.



