Beranda / Tokoh / Mbah Kiai Siradj

Mbah Kiai Siradj

Mbah Kiai Siradj Menolak untuk Bersalaman Langsung dengan Ahli Qur’an, Apa Sebabnya?
Menjelang peringatan haul ke-67 kakek buyut Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) KH Yahya Choll Staquf (Gus Yahya) tersebut, ada satu kisah menarik, yang penulis dapatkan dari salah satu santri Kiai Siradj, KH Amidi Asfari Laweyan, pada tahun 2023 lalu. “Riwayatnya dari KH Baidlowi Syamsuri (Brabo) dari KH Ahmad Umar bin Abdul Mannan (Al-Muayyad Mangkuyudan). Juga riwayat dari beberapa kiai lain,” terang KH Amidi.
Dikisahkan, Mbah Kiai Siradj setiap berkunjung ke Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, biasanya naik becak. Masuk dari belakang, berhenti di kediaman KH Abdul Mannan.
“Jadi lewat belakang, tidak lewat dari depan masjid itu, kemudian lewat rumah KH Abdul Mannan, di situ becaknya berhenti. Kalau bertemu anak-anak kecil biasanya pada salaman,” tutur Kiai Amidi.
Namun, ada satu momen yang kerap kali disaksikan, ketika Kiai Siradj bersalaman dengan orang-orang, ada satu orang yang ia tolak untuk langsung disalami, yakni KH Ahmad Musthofa (Mbah Daris), ayah KH Abdul Karim Ahmad Surakarta.
“Begitu turun dari becak, saat yang lain diajak bersalaman, Mbah Siradj justru menolak bersalaman dengan Mbah Daris. Mbah Daris merasa tidak enak, kok hanya dia yang tidak diajak bersalaman,” lanjut Kiai Amidi.
Ternyata, yang dilakukan oleh Mbah Kiai Siradj adalah dengan berwudhu terlebih dahulu. Setelah selesai berwudhu, ia mencari kembali Mbah Daris dan bersalaman. Ini maksudnya apa?
“Wong Apal Qur’an, Ahli Qur’an iku ora beda karo Qur’an. Adabe santri, iku yen arep nyekel Qur’an kudu wudhu (Penghapal atau ahli Al-Qur’an itu tidak jauh berbeda dengan Al-Qur’an. Adabnya seorang santri, kalau mau menyentuh Al-Qur’an ya harus wudhu terlebih dahulu). Ini tafsiran dari Mbah Baidlowi Syamsuri,” kata Kiai Amidi.
Begitulah salah satu adab yang dicontohkan oleh KH Ahmad Siradj, memberikan penghormatan kepada ahii ilmu, khususnya ahli Al-Qur’an. Begitu juga, dengan anak-anak kecil ia mengasihi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *