BANTUL,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memfasilitasi sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil  Menengah (UMKM) mengikuti pameran kerajinan INACRAFT Festival yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) 15-19 Juli 2026. Melalui pameran itu diharapkan para pelaku UMKM Kota Yogyakarta dapat belajar, berbagi pengalaman dan memperluas jaringan pemasaran. Produk-produk kerajinan Kota Yogyakarta memiliki berbagai unggulan karena selama ini menjadi pusat UMKM

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmwan mengatakan INACRAFT Festival pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta. Kegiatan itu merupakan rangkaian road to INACRAFT yang akan diadakan di Jakarta bulan Oktober nanti. Pemkot Yogyakarta juga berpartisipasi dalam INACRAFT Festival di JEC dengan memfasilitasi sejumlah pelaku UMKM dengan berbagai produk kerajinan untuk mengikuti pameran tersebut.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat pembukaan INACRAFT Festival.

“Ini acara yang cukup menarik, yang mana juga ada stan-stan internasional di sini. Kita harapkan pengusaha lokal bisa belajar, bisa sharing pengalaman, dan sangat bermanfaat untuk UKM kita bisa naik kelas,” kata Wawan ditemui saat menghadiri pembukaan INACRAFT Festival di JEC, Rabu (15/7/2026).

Ada sekitar 10 pelaku UMKM di Kota Yogyakarta yang difasilitasi Pemkot Yogyakarta mengikuti INACRAFT Festival dalam stan bertajuk Seloka Yk. Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Kota Yogyakarta telah melakukan kurasi produk-produk UMKM Yogya yang mengikuti pameran itu. Produk UMKM dari Kota Yogyakarta antara lain kerajinan kulit seperti tas dan dompet, kain jumputan serta aksesoris kalung dan gelang.

Kerajinan tas dari UMKM di Kota Yogyakarta menarik pengunjung di INACRAFT Festival.

Wawan menegaskan Pemkot Yogyakarta setiap tahun juga memfasilitasi UMKM-UMKM di Kota Yogyakarta mengikuti pameran INACRAFT di Jakarta. Menurutnya Kota Yogyakarta selama ini memiliki banyak UMKM dan menjadi pusat UMKM serta industri kreatif. “Harapannya ini juga memperluas jaringan pemasaran. UKM-UKM di Yogya harapannya juga bisa menjadi tuan rumah dan center UKM  kerajinan di Indonesia,” ujar Wawan.

Salah satu pelaku UMKM dari Kota Yogyakarta yang mendapat fasilitas mengikuti INACRAFT Festival adalah Tuliswati Sandhi dengan produk kain jumputan. Warga Tahunan itu bersyukur produk kain dan baju-baju jumputan karyanya masuk dalam penilaian kurasi dari Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta.

“Harapannya kita selalu maju dan berinovasi. Kemudian mengenalkan produk-produk kita lebih luas lagi. Apalagi ini di INACRAFT, pameran terbesar Asia. Mudah-mudahan ini produk-produk teman-teman yang ada di Yogyakarta atas binaan Dinas Perindustrian semakin berkembang,” tutur Tuliswati.

Aksesoris kalung, baju dan kain jumputan karya UMKM Kota Yogyakarta difasilitasi Pemkot Yogyakarta mengikuti pameran INACRAFT Festival. 

Pameran kerajinan INACRAFT Festival 2026 dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan memberikan apresiasi kepada Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) atas konsistensi menyelenggarakan  INACRAFT selama 25 tahun. Sultan menyatakan tema pameran INACRAFT Festival yakni Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia memiliki nilai relevan dengan semangat kerajinan itu sendiri. Setiap produk kerajinan lahir dari ketelitian tangan, kesabaran proses, dan penghormatan terhadap material serta tradisi.

“Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kerajinan Yogyakarta, dengan kekayaan motif batik, ukir, gerabah, dan perak, memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Festival internasional seperti ini menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada pasar global, sekaligus membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelaku usaha kecil menengah,” terang Sultan.

Penancapan wayang gunungan atau kayon oleh Gubenur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan penyelenggara menandai pembukaan INACRAFT Festival. 

Sementara itu Ketua ASEPHI Muchsin Ridjan menyampaikan ASEPHI sebagai penyelenggara The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) menyelenggarakan INACRAFT Festival pertama kali di Yogyakarta. Penyelenggaraan perdana di Yogyakarta  merupakan wujud komitmen untuk memperkuat daya saing industri kerajinan Indonesia di kancah pasar global. INACRAFT Festival menghadirkan sekitar 1.000 tenant dan diikuti 250 pelaku UMKM yang menampilkan beragam produk antara lain kerajinan kulit, aksesoris, wastra, gerabah, dan furniture

“INACRAFT Festival 2026 diselenggarakan sebagai ajang promosi dan penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kriya, kerajinan, dan UMKM. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, komunitas, serta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara dalam mendukung aktivitas ekonomi, memperluas jejaring pasar global, serta memperkuat industri hijau dan kelestarian kriya nasional,” jelas Muchsin.