
YOGYAKARTA,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menghadiri agenda peresmian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual. Pertemuan yang diikuti dari Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Selasa 23 Juni 2026 tersebut menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X melaporkan capaian pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Tercatat sebanyak enam proyek infrastruktur jalan sepanjang 13,07 kilometer telah berhasil dirampungkan. Proyek tersebut menyerap anggaran mencapai Rp87,9 miliar yang bersumber dari pendanaan pusat.
Paku Alam X menjelaskan bahwa meskipun saat ini masih terdapat beberapa pengerjaan jembatan dan jalan yang berstatus dalam proses penyelesaian, Pemerintah Daerah DIY terus berupaya memastikan integrasi aksesibilitas menuju pintu keluar tol. Hal ini menjadi prioritas agar konektivitas antarwilayah semakin lancar dan tidak ada ketimpangan akses di berbagai pelosok kabupaten.

Pihak Pemerintah Daerah DIY menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat. Bantuan melalui Inpres ini dinilai memberikan dampak nyata bagi penguatan ketahanan pangan karena jalur distribusi kini jauh lebih baik. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya membuka akses yang lebih luas bagi destinasi pariwisata dan para pelaku UMKM.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menekankan bahwa penyelesaian infrastruktur jalan daerah di puluhan provinsi merupakan kunci utama dalam menekan biaya logistik. Presiden menggarisbawahi bahwa kemudahan akses transportasi akan mempercepat distribusi hasil bumi dari desa menuju pasar, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Presiden Prabowo juga memberikan pesan khusus agar fasilitas publik yang telah dibangun dengan dana besar tersebut dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Inisiatif pembangunan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menghapus kesenjangan antarwilayah melalui jaringan distribusi yang terintegrasi di seluruh Indonesia.



