Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap pembahasan kerja sama saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Keduanya membahas kerja sama budaya, bahkan rencana meningkatkan konser K-Pop di Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). Rencana itu dimaksudkan mengingat banyaknya penggemar K-Pop di Indonesia.
“Dan kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,” kata Sugiono.
Sugiono bahkan baru mengetahui terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang juga menjadi anggota K-Pop di Korea Selatan.
“Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan kunjungan Prabowo ke luar negeri untuk menghasilkan kerja sama kepentingan nasional. Termasuk, hal-hal yang bisa dirasakan langsung masyarakat Indonesia.
“Tapi tentu saja sekali lagi, kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dari hubungan kita dengan berbagai negara di dunia,” ujarnya.
Diketahui, pertemuan Prabowo dan Presiden Lee itu berlangsung pada Rabu (1/3/2026) di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House). Pertemuan diawali dengan upacara kenegaraan menyambut Prabowo, dilanjutkan dengan bilateral hingga jamuan makan siang.
Dalam jamuan makan siang itu, sempat hadir Carmen, anggota grup K-pop Hearts2Hearts asal Indonesia Carmen. Hal itu lantas menarik perhatian Prabowo dan Presiden Lee. Mereka bertiga lantas mengabadikan foto bersama dengan kompak melakukan simbol jari hati (finger heart), pose yang digunakan para idola K-Pop bagi para penggemarnya.





