MEDAN,REDAKSI17.COM-Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Yogyakarta sukses mencuri perhatian dalam ajang Indonesia City Expo (ICE) 2026, yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan, Rabu (1/6/2026).
Beragam produk unggulan khas Jogja yang dipamerkan di stan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta disambut antusias oleh para pengunjung yang terdiri dari kepala daerah, delegasi pemerintah daerah, pendamping, hingga masyarakat umum.
Berbagai produk unggulan seperti batik, bakpia, kain lurik, jumputan, ecoprint, hingga tas kulit menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta Rakernas APEKSI yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Dwikisworo Setyowireni meninjau langsung booth Pemkot Yogyakarta. Keduanya menyapa para pelaku UMKM sekaligus melihat antusiasme pengunjung yang terus berdatangan.
Hasto mengaku bangga melihat produk-produk unggulan Kota Yogyakarta mendapat sambutan yang sangat positif. Menurutnya, Indonesia City Expo bukan sekadar ajang pameran dan penjualan produk, tetapi menjadi kesempatan emas bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan identitas Kota Yogyakarta kepada masyarakat luas.
“Momentum seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku UMKM. Jangan hanya fokus menjual produk, tetapi juga membangun relasi dan memperkenalkan kualitas produk Kota Yogyakarta. Dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dalam jangka panjang melalui peluang kerja sama dan pasar yang lebih luas,” ujar Hasto.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan sektor UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, fasilitasi promosi, hingga perluasan akses pasar. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah yang harus terus diperkuat agar mampu berkembang dan naik kelas.

“Pemkot Yogyakarta akan terus berupaya membawa UMKM Kota Yogya semakin maju dan berkembang. Kami ingin produk-produk lokal semakin dikenal, memiliki daya saing yang kuat, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menjelaskan bahwa dalam Indonesia City Expo 2026 pihaknya mengajak sembilan pelaku UMKM terbaik Kota Yogyakarta untuk mengikuti pameran.
Menurutnya para pelaku usaha yang diberangkatkan bukan dipilih secara sembarangan. Mereka telah melalui proses kurasi yang ketat dengan mempertimbangkan kualitas produk, kapasitas produksi, kemasan, hingga kesiapan mengikuti pameran berskala nasional.
“Kami membawa sembilan pelaku UMKM yang telah melewati proses kurasi. Mereka merupakan representasi produk-produk unggulan Kota Yogyakarta yang siap bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Pihaknya berharap keikutsertaan para pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada nilai transaksi penjualan selama pameran berlangsung. Ia mendorong para peserta untuk aktif membangun komunikasi dengan para pengunjung, memperkenalkan cerita di balik produk, serta membuka peluang kerja sama bisnis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pengunjung. Dari komunikasi itulah sering kali lahir peluang kerja sama, perluasan jaringan pemasaran, hingga potensi reseller dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Salah satu peserta pameran, Mustofa, yang merupakan pemilik Bakpia Pathok 63, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mewakili Kota Yogyakarta dalam ajang Indonesia City Expo 2026.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta karena kami diberikan kesempatan mengikuti pameran ini. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus peluang besar untuk memperkenalkan produk kami ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Mustofa mengaku tidak menyangka antusiasme pengunjung terhadap produk-produk UMKM Kota Yogyakarta begitu tinggi. Sejak pameran dibuka, stan Pemkot Yogyakarta terus dipadati pengunjung yang ingin melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan.
Khusus untuk Bakpia Pathok 63, ia membawa sebanyak 350 box bakpia ke arena pameran. Hingga kegiatan berlangsung, sebanyak 200 box telah berhasil terjual. Capaian tersebut menurutnya menjadi indikator bahwa produk khas Jogja masih memiliki daya tarik yang sangat kuat di berbagai daerah.
“Ternyata peminatnya luar biasa. Saya membawa 350 box bakpia dan sampai saat ini sudah terjual sekitar 200 box. Mudah-mudahan seluruh stok bisa habis sebelum pameran selesai,” katanya.
