Beranda / Ekonomi dan Bisnis / RI Butuh Investasi Rp 8.705 T Tahun Depan, dari Mana Sumbernya?

RI Butuh Investasi Rp 8.705 T Tahun Depan, dari Mana Sumbernya?

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung/Foto: Andi Hidayat

Jakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, menyebut Indonesia membutuhkan investasi besar di tahun depan. Kebutuhan investasi tersebut bahkan lebih dari Rp 8.000 triliun yang mayoritas diproyeksikan dari pasar modal.
Juda menjelaskan, kebutuhan investasi dalam APBN 2027 sebesar Rp 8.705 triliun. Namun APBN hanya mempu memenuhi sebagian kecil kebutuhan investasi tersebut, yakni sebesar Rp 459 triliun.
“Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun. APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp 459 triliun,” ungkap Juda dalam sambutannya di acara Ulang Tahun Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).

Kemudian porsi investasi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) hanya sebesar Rp 330 triliun. Juda mengatakan, sebagainya besar sisanya disumbangkan oleh pasar modal.

“Sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu Rp 7.973 triliun atau sekitar 91% berasal dari pembiayaan swasta, apakah itu bank, pembiayaan lain, dan termasuk di sini adalah pasar modal. Di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pasar modal menjadi wadah yang menjembatani pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Juda menilai, pasar modal menjadi sumber pembiayaan yang efisien, transparan, dan berkeadilan.

Ia menambahkan, pasar modal menjadi salah satu katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Karenanya, pemerintah mendukung agenda pendalaman pasar modal.

“Oleh sebab itu kami, kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, yang liquid, dan juga tentu saja yang trustable dan credible. Sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *