Tak banyak yang tahu, pada dekade 1950-an, Madiun pernah mempunyai seorang tokoh terkenal dalam sastra Indonesia. Ia adalah Subagio Sastrowardoyo, penyair kelahiran Madiun 1 Februari 1924.
Subagio Sastrowardoyo adalah penyair dan sastrawan Indonesia terkemuka yang merupakan kerabat dekat dari aktris sekaligus produser Dian Satrowardoyo (Dian Sastro).
Hubungan Dian Sastro dengan Subagio Sastrowardoyo adalah saudara dari kakek. Ia biasa memanggilnya dengan sebutan eyang Bagio.
Pada suatu kesempatan, saat peluncuran bukunya, Dian Sastro pernah mengenang eyang Bagio sebagai sosok yang humoris, suka bercanda, dan gemar bercerita dongeng.
Dian Sastro bahkan pernah berinteraksi langsung dengan sosok sastrawan besar Tanah Air itu semasa hidupnya. Dian Sastro dan Bagio berasal dari garis keturunan yang sama, yakni keluarga Sastrowardoyo dari Madiun.
Selain nama Subagio Sastrowardoyo, ada satu nama lagi dalam keluarga Sastrowardoyo yang menonjol, yakni Sunario Sastrowardoyo. Keduanya adalah kerabat dalam keluarga besar Sastrowardoyo, namun bukan ayah-anak.
Sunario adalah seorang politisi dan diplomat yang juga menjadi tokoh sentral pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia ke-7 (1953-1955).
Sementara, hubungan kekerabatan terdekat adalah Subagio Sastrowardoyo merupakan eyang (paman dari kakek) bagi aktris Dian Sastro, sementara Sunario Sastrowardoyo adalah kakek kandung Dian Sastrowardoyo.
Subagio Sastrowardoyo adalah putra dari seorang pensiunan Wedana Distrik Uteran, Madiun, yang bernama Raden Mas Sutejo Sastrowardoyo dan ibunya bernama Raden Ayu Ratna Suyati.





