Teheran,REDAKSI17.COM– Iran menyatakan tidak takut dan siap menghadapi perluasan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington siap meluncurkan serangan finansial besar-besaran untuk menekan ekonomi Teheran, dan memutus dari sumber pendapatan global dan jaringan keuangan internasional Iran.
Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh mengatakan Teheran telah mengantisipasi langkah tersebut, dan menyiapkan rencana selama 2 tahun untuk mengelola dampaknya. Ia menegaskan, Iran tetap yakin dapat mempertahankan hubungan perdagangan dengan negara-negara lain. Teheran juga memproyeksikan China, Rusia, dan sejumlah negara lainnya akan menolak kebijakan baru AS tersebut, mengutip Times of Kuwait, Selasa (25/8/2026).
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut operasi ekonomi tersebut sebagai serangan finansial terbesar yang pernah ada terhadap Iran. Ia memperingatkan negara, bank, dan perusahaan yang tetap memberikan dukungan finansial kepada Teheran berpotensi menghadapi isolasi dari Washington.
Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menargetkan jaringan, fasilitator, dan saluran keuangan yang diduga digunakan Iran untuk menghindari sanksi dan memperdagangkan minyak.
Langkah tersebut mencakup lima sektor, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap hampir 60 entitas, individu, dan kapal yang terkait dengan jaringan tersebut.
Sementara itu, China menyatakan negaranya tidak terpengaruh tekanan dari AS. China justru menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kerja sama dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap Teheran. Beijing menolak upaya Washington yang dinilai bertujuan membatasi hubungan ekonomi dan perdagangan China dengan Iran.
Menurut laporan Voice of Emirates, Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri China menegaskan hubungan Beijing dengan Teheran dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan aturan yang berlaku. Pemerintah China juga menyatakan menolak sanksi sepihak serta tekanan dari pihak eksternal.
China menegaskan akan melindungi hak dan kepentingan nasionalnya dan tidak akan membiarkan tindakan AS menjadi alasan untuk membatasi hubungan ekonomi dan perdagangan China dengan Iran.
Kontra dengan China, Uni Emirat Arab (UEA), yang juga menjadi salah satu mitra dagang Iran, pada pekan lalu menyatakan mereka telah menghentikan transaksi keuangan dengan Iran.





