
SLEMAN,REDAKSI17.COM — Transmigrasi Festival 2026 yang digelar di Hotel D’Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, tidak sekadar menghadirkan kegiatan olahraga. Melalui Transmigrasi Fun Run, kegiatan tersebut memadukan olahraga, pariwisata, promosi program transmigrasi, serta pemberdayaan UMKM di kawasan lereng Merapi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bazar UMKM pada Sabtu (22/8/2026), kemudian dilanjutkan Transmigrasi Fun Run pada Minggu (23/8/2026). Sebanyak 936 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, meskipun pada waktu yang sama terdapat sejumlah kegiatan lain di wilayah Yogyakarta, termasuk tiga event yang berlangsung di Sleman.
Suasana fun run semakin meriah dengan kehadiran peserta yang mengenakan beragam kostum bernuansa karnaval. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah, mulai dari sepeda listrik hingga sepeda motor Yamaha NMax, yang menambah antusiasme peserta hingga kegiatan berakhir.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman, Yudi Prihananta, mengatakan Transmigrasi Fun Run digagas oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Sleman di bawah Kementerian Transmigrasi dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kadin Sleman.
Menurut Yudi, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan sport tourism sekaligus memperkenalkan transformasi program transmigrasi kepada masyarakat.
“Tujuannya adalah sport tourism, sekaligus mengenalkan program transmigrasi. Saat ini program transmigrasi sudah mengalami perubahan. Transmigrasi tidak lagi hanya berfokus pada mobilisasi masyarakat, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk-produk unggulan dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Yudi.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai program transmigrasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Sementara itu, Kepala BBPPMT Sleman, Tunggak Santosa, mengatakan Transmigrasi Fun Run juga diarahkan untuk mendukung kebangkitan pariwisata di kawasan Sleman Utara, khususnya Kaliurang.
Menurut Tunggak, kawasan Sleman Utara perlu menghadirkan kegiatan kreatif yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut penting di tengah persaingan dengan berbagai destinasi wisata di wilayah lain.
“Kami ingin bersama-sama mengembalikan kejayaan Kaliurang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sleman,” ujar Tunggak.
Tingginya partisipasi peserta, lanjut Tunggak, menjadi sinyal positif bagi pengembangan sport tourism di lereng Merapi. Kehadiran hampir 1.000 peserta tidak hanya menciptakan keramaian di lokasi kegiatan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi kawasan wisata.
Untuk memperkuat dampak tersebut, panitia melibatkan sejumlah pelaku UMKM dalam kegiatan. Para pelaku usaha diberikan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada peserta maupun masyarakat yang hadir.
“Alhamdulillah, semuanya dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat,” kata Tunggak.
Ia menambahkan, perpaduan olahraga, pariwisata, dan UMKM menjadi kekuatan utama kegiatan. Event olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi kawasan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut menyambut positif penyelenggaraan Transmigrasi Fun Run. Menurutnya, kehadiran peserta dari luar Sleman menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.
“Kami tentu senang Sleman menjadi salah satu tujuan wisata melalui kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan, selain olahraga, kegiatan ini juga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Sleman,” ujar Danang.
Ia berharap kunjungan peserta tidak berhenti pada kegiatan lari, tetapi dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.
“Ketika mereka datang ke sini untuk mengikuti kegiatan, tentu diharapkan mereka juga akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di kawasan Kaliurang dan sekitarnya,” katanya.
Kehadiran 936 peserta, beragam kostum karnaval, hadiah menarik, serta keterlibatan pelaku UMKM membuat Transmigrasi Fun Run berlangsung semarak. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana promosi destinasi wisata dan penggerak ekonomi masyarakat di lereng Merapi.



