
Pakualaman,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan berbagi perjalanan hidup, pengalaman, dan pandangannya tentang pengabdian dalam KAFENTA Leadership Forum & Musyawarah Nasional VII 2026 di Fortuna Suites Malioboro, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang digelar Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta (KAFENTA) tersebut menghadirkan Wawan Harmawan sebagai narasumber KAFENTA’s Talk bertajuk “Dulu Bertemu, Sekarang Bersama, Besok Berkarya”.
Wawan menceritakan perjalanan sejak masa kuliah, membangun usaha, melanjutkan pendidikan, hingga memutuskan terjun ke dunia pengabdian melalui pemerintahan.
Setelah cukup lama berkecimpung di dunia usaha, Wawan melanjutkan pendidikan magister pada 2012. Pengalaman di dunia usaha membuatnya lebih aktif berdiskusi karena dapat menghubungkan teori dengan praktik.
“Saya ingin membuktikan pekerjaan saya dengan teorinya. Praktik di lapangan itu kadang tidak sama dengan teori. Itu yang membuat saya sering berdiskusi dengan dosen,” tuturnya.
Wawan mengatakan dirinya terbiasa menetapkan target dalam setiap fase kehidupan. Memasuki usia 50 tahun, ia mulai memikirkan keberlanjutan usaha dan menyiapkan regenerasi. Menjelang usia 60 tahun, ia mulai mempertanyakan bentuk kontribusi yang ingin diberikan kepada masyarakat.
“Umur 60 mau ngapain? Saya berpikir untuk lebih fokus dalam pengabdian,” ungkapnya.
Keputusan tersebut kemudian membawanya masuk ke dunia politik dan pemerintahan. Wawan mengaku tidak memiliki pengalaman politik sebelumnya dan menjalani proses tersebut setelah berdiskusi dengan keluarga.
Dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan memilih pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan sesuai dengan kultur Yogyakarta. Menurutnya, karakter lokal perlu menjadi bagian dari cara membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Saya lebih pada pendekatan gaya Jawa. Orang kita orang Jawa, kita tidak harus menjadi gaya orang lain,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan harus dikelola secara profesional dengan batas yang jelas antara kepentingan politik dan tugas pemerintahan.
Sementara itu, Ketua Umum Terpilih KAFENTA UPN “Veteran” Yogyakarta periode 2026–2030, Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat, menyampaikan arah kepemimpinan organisasi alumni untuk empat tahun ke depan.
Pihaknya mengatakan alumni KAFENTA memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari generasi, profesi, wilayah hingga pengalaman. Keberagaman tersebut menjadi modal untuk membangun organisasi yang lebih solid karena seluruh alumni memiliki identitas dan rumah bersama sebagai bagian dari UPN “Veteran” Yogyakarta.
Ia menyampaikan KAFENTA periode 2026–2030 akan diarahkan menjadi wadah alumni yang aktif, solid, bersinergi, dan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Visi kita sederhana, yaitu membangun KAFENTA menjadi wadah alumni yang aktif, solid, bersinergi dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, KAFENTA akan memperkuat silaturahmi dan jejaring alumni, mendorong kontribusi alumni, membangun sinergi dengan almamater, serta menghadirkan manfaat bagi alumni, almamater, dan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan organisasi alumni bukanlah seberapa besar organisasinya, namun seberapa besar manfaat yang mampu dirasakan,” tuturnya.


