UMBULHARJO,REDAKSI17.COM -Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan safari salat subuh berjamaah di Masjid Al-Ishlah Kampung Mrican, Giwangan pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang dialog permasalahan masyarakat Kampung Mrican. Pemkot Yogyakarta mengupayakan pembinaan Kampung Takwa di Mrican Giwangan akan dilanjutkan bersama Baznas Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi komitmen dan perjuangan masyarakat di Kampung Mrican selama ini untuk menjadi Kampung Takwa dari dulunya tempat prostitusi. Pihaknya meminta Baznas Kota Yogyakarta yang juga hadir dalam safari subuh itu untuk menindaklanjuti terkait pembinaan program Kampung Takwa di Mrican Giwangan sehingga tetap menjadi Kampung takwa.

L”Baznas barangkali bisa berdiskusi lebih lanjut lain waktu untuk membina bersama-sama di Kampung Mrican di sini. Mudah-mudahan tetap akan menjadi kampung percontohan sebagai Kampung Takwa,” kata
kata Hasto saat safari subuh di Masjid Al-Ishlah, Mrican.
Hasto juga mengingatkan masyarakat khususnya anak muda tidak terpengaruh hal-hal negatif seperti minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat-obatan. Para Anak muda diajak untuk produktif bekerja karena Indonesia dan di Yogyakarta menghadapi penuaan penduduk atau aging population. Kondisi itu di mana jumlah penduduk lanjut usia lebih banyak dibandingkan anak muda. Hal tersebut membuat anak muda banyak yang menjadi sandwich generation atau generasi terjepit yang harus menanggung anaknya dan orang tua.

Km”Bagaimana di wilayah Mrican dulunya, prostitusi sekarang menjadi Kampung Takwa. Monggo nem-neman (mari anak muda) diajak bersama-sama supaya produktif. Tidak terpengaruh-pengaruh negatif, yang dulu seksual komersial, sekarang pengaruh negatif bisa kecanduan pil-pil yang membuat mabuk. Ini harus kita jaga bersama,” terangnya.
Hasto mengatakan Pemkot Yogya karta mendukung untuk pembinaan generasi muda. Termasuk akan mengakomodir usulan warga di Mrican terkait pelibatan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta. Misalnya pelatihan-pelatihan untuk anak muda.

Dalam kesempatan itu Hasto menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan Masjid Al+Ishlah. Di samping itu ada penyerahan bantuan dari CSR Bank BPD DIY dan Baznas Kota Yogyakarta.
Sementara itu Ketua Takmir Masjid Al Ishlah, Mrican Asmuni menyambut baik kehadiran Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan jajaran Pemkot Yogyakarta yang melakukan safari subuh berjamaah di Masjid Al-Ishlah. Dia menjelaskan dulu Kampung mrican selama hampir 40 tahun pernah menjadi tempat prostitusi. Kemudian ditutup dan masyarakat melakukan gerakan pembersihan prostitusi serta membina dan memberdayakan warga yang sebelumnya berkecimpung di kegiatan prostitusi dalam bentuk pemberian modal. Kegiatan itu didukung Baznas dalam bentuk Zakat Community Development (ZCD) untuk mewujudkan Kampung Taqwa.

2″Kegiatan pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, ZCD tidak selamanya dan 2023 kami sudah disapih sehingga kami agak kesulitan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi Kampung Taqwa. Mohon izin agar program ZCD itu bisa ditindaklanjuti agar kami bisa melanjutkan daan meningkatkan program Kampung Taqwa,” tutur Asmuni.
Dia mengaku beberapa bulan terakhir ini pembinaan terhadap UMKM macet karena keterbatasan pemateri, sehingga diharapkan Pemkot Yogyakarta bisa memberikan pembinaan lebih lanjut. Misalnya tentang kewirausahaan, pajak dan lain sebagainya. Termasuk dihubungkan dengan bank yang bisa memberikan permodalan. Kemudian jangka menengah, pihaknya berharap warga di Mrican khususnya pelaku UMKM bisa dilibatkan dalam program ekonomi pembangunan di tempat khusus parkir wisata di Giwangan.



