Home / Daerah / Sultan: Zakat dan Infak Instrumen Penguat Empati sosial

Sultan: Zakat dan Infak Instrumen Penguat Empati sosial

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan solusi konkret membantu sesama di tengah tekanan ekonomi. Di masa sulit ini, instrumen sosial tersebut mampu menjadi jaring pengaman bagi warga yang berada dalam kesulitan ekonomi.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan hal ini pada acara Silaturahmi Idulfitri bersama masyarakat Kulon Progo, Senin (13/04) di Taman Budaya Kulon Progo, Pengasih, Kulon Progo. Sri Sultan menegaskan bahwa perayaan Idulfitri harus dibarengi penguatan empati sosial.

Pada kesempatan tersebut, Sri Sultan meminta masyarakat tidak memisahkan makna hari kemenangan dengan realitas ekonomi yang dihadapi warga kurang mampu di DIY. “Kita diharuskan meninggikan rasa empati bagi mereka yang merayakannya dalam kesempitan rezeki dan kesukaran hidup, dengan sebisa mungkin untuk memberikan sodakoh, infaq atau santunan,” ujar Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, penyucian diri tidak akan terlaksana tanpa semangat kasih sayang terhadap sesama manusia. Selain isu ekonomi, Sri Sultan menekankan pentingnya menjaga stabilitas melalui persatuan dan mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan menjadi kerugian besar bagi bangsa.

Semangat persaudaraan ini dinilai sebagai kunci utama dalam menghadapi dinamika ujian bangsa yang akan selalu dilingkupi berbagai cobaan. “Berjamaah itu rahmat, berpecah belah itu azab. Mengapa berjamaah itu rahmat, karena dengan berjamaah kita saling mengenal sesama umat, serta dapat menyambung tali silaturahmi,” ungkap Sri Sultan.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menilai kehadiran jajaran Pemda DIY sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di wilayahnya. Agung menyebut momentum Syawalan tahun ini harus berdampak pada perbaikan tata kelola pemerintahan yang langsung dirasakan masyarakat secara luas.

“Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Agung.

Saat ini, Pemkab Kulon Progo fokus pada akselerasi pembangunan di sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Namun, Agung menegaskan sinergi dengan Pemerintah DIY menjadi syarat mutlak agar kebijakan strategis di kabupaten tetap selaras dengan visi misi keistimewaan Yogyakarta secara keseluruhan.

“Tantangan pembangunan ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kami yakin semua tantangan tersebut dapat kita hadapi bersama,” ujar Agung.

Agung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan kearifan lokal. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan budaya di Kulon Progo.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *