Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempercepat pembangunan gedung dan fasilitas, agar dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan yakni 20 Juni 2026.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY Sri Wahyudi di Kulon Progo, Minggu, menjelaskan, struktur utama bangunan saat ini hampir sepenuhnya selesai. Pihaknya kini tengah memfokuskan pengerjaan pada detail arsitektur dan fasilitas pendukung lainnya.

“Hari ini kita sudah mencapai di 71,9 persen dengan progres struktur bawah sudah 100 persen dan struktur atas atap sudah 95 persen. Selebihnya, kita mengebut di bagian arsitektural, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), serta landscape,” kata Sri Wahyudi.

Wahyudi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek program prioritas presiden itu dengan memberlakukan sistem kerja nonstop hampir 24 jam dengan membagi pekerja ke dalam tiga giliran kerja (shift), khususnya untuk bagian arsitektur dan MEP.

“Kita akan usahakan sesuai target karena memang ini sudah menjadi program prioritas presiden. Kita kebut mulai dari penambahan tenaga kerja, hingga sistem shift yang kita buat menjadi tiga shift. Jadi hampir 24 jam kita kerja untuk mengejar target 20 Juni. Kita sangat optimis,” katanya.

Untuk mendukung percepatan ini, jumlah tenaga kerja di lapangan terus ditingkatkan. Per Jum’at (29/5) tercatat sebanyak 1.206 pekerja di luar manajemen telah dikerahkan, melonjak dari yang sebelumnya hanya berkisar 900-an pekerja.

Setelah Lebaran, ada penambahan lebih dari 200 orang secara bertahap, dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah sesuai kebutuhan lapangan.

Wahyudi menuturkan, pihaknya juga memberdayakan potensi daerah dengan menyerap tenaga kerja lokal. Sebanyak 222 pekerja merupakan warga asli Kulon Progo, sementara sisanya didatangkan dari luar wilayah untuk memenuhi kebutuhan kompetensi khusus.

Meski sempat menghadapi kendala berupa ketatnya persaingan pemenuhan tenaga kerja akibat banyaknya proyek yang berjalan serentak, Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY optimistis mampu menyelesaikan fasilitas pendidikan ini tepat waktu.