Beranda / Daerah / Gunungkidul Takziah ke Pelajar SMP yang meninggal Gantung Diri di Semanu

Gunungkidul Takziah ke Pelajar SMP yang meninggal Gantung Diri di Semanu

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan kunjungan takziah ke kediaman almarhum RSR (14), seorang siswa kelas 1 SMP yang nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di belakang rumahnya, di Kuwon Tengah, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Rabu, 3 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati, Kepala Kemenag Mukatib, serta jajaran pemerintah desa setempat.

Selain menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada orang tua almarhum, Bupati juga meninjau langsung kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Diketahui bahwa RSR tinggal di sebuah rumah yang masih berbahan bambu (gedek) dengan fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang dinilai kurang layak.

Merespons kondisi tersebut, Bupati menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melakukan renovasi total, “Dalam waktu dekat saya akan datang bersama Ketua Baznas untuk membangunkan rumah bagi keluarga almarhum agar bapak dan ibunya bisa menempati rumah yang lebih sehat dan layak huni,” ujar Bupati dalam kunjungannya.

Sosok Siswa Berprestasi dan Penurut
Almarhum RSR dikenal sebagai siswa yang memiliki rekam jejak akademik dan perilaku yang baik, Arik Suku Martono, selaku Kepala Sekolah RSR menjelaskan bahwa RSR adalah murid yang aktif, selalu ingin duduk di bangku depan, dan rajin menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Di bidang keagamaan, RSR merupakan siswa berprestasi yang pernah mewakili sekolahnya dalam ajang MTQ tingkat Kapanewon hingga maju ke tingkat kabupaten.

Pihak keluarga, melalui sang kakek, Sahiran, juga mengenang RSR sebagai anak yang sangat penurut, “Kesehariannya sekolah biasa saja, tidak ada hambatan, dan sangat penurut. Apa yang diperintahkan ibunya selalu dituruti,” ungkap Sahiran.

Terkait peristiwa tragis yang menimpa almarhum, baik pihak keluarga maupun sekolah menegaskan bahwa tidak ada indikasi perundungan atau bullying yang dialami RSR. Arik menekankan bahwa sekolah selalu aktif mengawasi anak didik dan memberikan stimulus agar siswa berani menyampaikan masalah jika ada kendala. Menurutnya, karakter RSR yang cenderung pendiam merupakan hal yang wajar bagi siswa baru di kelas 7.

Kunjungan ditutup dengan doa bersama untuk almarhum. Bupati berharap RSR mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *