Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Pelestarian Budaya dan Semangat Gotong Royong Warnai Tradisi Bersih Desa Balong Gunungkidul

Pelestarian Budaya dan Semangat Gotong Royong Warnai Tradisi Bersih Desa Balong Gunungkidul

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Masyarakat Kelurahan Balong, Kapanewon Girisubo, menggelar upacara adat Bersih Desa atau Rasulan pada Rabu, (3/6/2026). Perayaan tahunan ini berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta jajaran pejabat daerah lainnya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal dan ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah.

Acara yang dipusatkan di Balai Kelurahan Balong ini diawali dengan prosesi Kirab Gunungan yang merupakan hasil bumi dari warga masyarakat setempat. Lurah Balong, Sumarjo, menyatakan bahwa tradisi Rasulan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk memohon keselamatan serta keberkahan bagi seluruh warga, baik bagi petani maupun pedagang, agar hasil usaha mereka di tahun mendatang semakin melimpah.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat warga Balong dalam menjaga warisan budaya Jawa. Beliau menekankan bahwa Rasulan merupakan simbol kemanunggalan antara manusia, alam, dan Tuhan, “Adicara rasulan menika mboten namung ruangan sak minangka atur sukur dhumateng Gusti awit asil panen ingkang melimpah, ananging ugi dados sarana nguri-uri kabudayan Jawi,” ungkapnya.

Salah satu poin utama yang disampaikan Bupati adalah kekagumannya terhadap semangat gotong royong warga Balong. Bupati mengutip pernyataan Bung Karno bahwa gotong royong adalah kepribadian asli bangsa Indonesia yang masih hidup nyata (living reality) di desa-desa. Tanpa adanya kerja sama dan iuran sukarela dari warga, pergelaran seni budaya besar seperti Ketoprak, Wayang Kulit, dan Reog tidak mungkin dapat terlaksana dengan sukses.

Selain aspek budaya, momentum ini juga digunakan untuk membahas pengembangan potensi wisata di wilayah Balong. Lurah Sumarjo melaporkan bahwa Kelurahan Balong memiliki objek wisata potensial seperti Bukit Pengilon, Gunung Batur, dan Watu Lumbung. Namun, Ia juga menyampaikan kendala akses jalan yang masih kurang memadai sehingga menghambat distribusi wisatawan.

Merespons aspirasi tersebut, Bupati Gunungkidul mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur jalan menuju objek wisata Watu Lumbung yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada bulan depan. Bupati menyatakan bahwa anggaran telah disiapkan untuk memperbaiki akses tersebut agar pariwisata berbasis budaya di Balong dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Perayaan Bersih Desa Balong tahun ini dimeriahkan oleh berbagai pentas seni, di antaranya seperti Ketoprak yang telah dipentaskan pada malam sebelumnya hingga dini hari, ada juga Reog Krida Budaya yang ditampilkan pada siang hari untuk menyambut tamu undangan.

Kesenian Karawitan dan Uyon-uyon juga melibatkan partisipasi ibu-ibu PKK dan seniman lokal, dan Wayang Kulit sebagai puncak acara yang digelar semalam suntuk pada Rabu malam.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar warga Kelurahan Balong senantiasa diberikan kesehatan, ketenteraman, dan rezeki yang berkah.

Warga masyarakat merespons positif kehadiran Bupati dan jajarannya, serta berharap program-program pembangunan yang dijanjikan dapat segera terealisasi untuk kesejahteraan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *